EDUKASI BUDAYA

Interaktif Ramadhan Virtual UMI Kaji Refleksi Muhasabah Diri

Interaktif Ramadhan Virtual UMI Kaji Refleksi Muhasabah Diri

MAKASSAR.UPEKS.co.id—I  Interaktif Ramadhan Virtual UMI membahas “Refleksi & Muhasabah Diri”, dengan
narasumber Dr.H.M.Ishaq Shamad, M.A/Ketua Unit Pelaksana Teknis Pengembangan Karakter dan Dakwah UMI Sabtu (16/5) di hari ke-23 Ramadhan.

Bertindak Host Dr.Hj.Nurjannah Abna, M.Pd, dan dihadiri Ir.H.M.Nusran, MT, Ph.D, Dra.Hj.Syarifah Raehana, M.A,  serta sejumlah mahasiswa dan siswi SLTA.

Dalam Viedo Virtual, M.Ishaq Shamad bertanya, pernahkah kita melihat wajah dihadapan cermin, apakah wajah  ini, adalah wajah yang akan bersinar di dalam surga kelak di akhirat, sebagai buah amalan-amalan baik yang  dilakukan?.

Ataukah sebaliknya, wajah ini, adalah wajah yang akan terbakar di api neraka Jahanam, akibat karena dosa-dosa  yang pernah dilakukan selama ini? Lihat-lah diri masing-masing, lihatlah matamu berapa kali digunakan melihat  hal-hal yang melanggar perintah Allah.

Bandingkan dengan penggunaan mata untuk membaca Al-Qur’an dan melihat tanda-tanda kebesaran Allah Swt.  Intinya, lihatlah seluruh panca indra, apakah sudah sanggup menjawab pertanyaan Malaikat Mungkar Nakir di  dalam kubur kelak?.

Karena itu di dalam bulan Ramadhan ini, masih ada waktu sepekan untuk banyak bermuhasabah, bahkan kalau  perlu melaksanakan shalat sunat taubat 2 rakaat, memohon kepada Allah Swt, agar semua dosa dan kesalahan  diampuni oleh Allah Swt, ajaknya.

Jangan sampai bulan Ramdhan lewat, justru ibadah kita berkurang dibanding bulan Ramadhan yang lalu, jelasnya.  Terpenting melihat diri masing-masing, haasibuu ampusakum qabla antuhaasabuu (hisablah dirimu, sebelum  dihisab oleh Allah Swt di akhirat), harap Dr Ishaq Shamad.

Sementara itu, Host Dr.Nurjannah Abna mengajak mengintrospeksi diri, selama 3 pekan Ramadhan berjalan tahun  ini dengan stay at home. Apakah sudah menjaga lidah lisan kita, sehingga bisa meraih kemenangan?.

Bulan Ramadhan selama ini ditunggu, tetapi jangan sampai menjadi merugi, sebagaimana dalam salah satu  riwayat, ternyata masih ada umat Islam yang bakhil, dan merugi karena tidak mau bershalawat ketika nama Nabi  Muhammad disebut, tidak berbuat baik ke orang tua, dan jangan sampai bulan Ramadhan pergi, tidak
dimanfaatkan dengan baik, jelasnya.

Dalam kegiatan tersebut, Ir.H.M.Nusran, Ph.D yang sudah 30 tahun mengabdi sebagai dosen di UMI dan dulu  sering kajian bersama Prof.Dr.Abdurrahman A.Basalamah (alm) di kampus 2 UMI.

Dikatakannya, inilah pentingnya memanfaatkan waktu dengan orang tua di rumah. Kita tidak tahu, kapan pandemi  Covid-19 ini akan berakhir. Namun terkait muhasabah, inilah waktunya, dengan banyak mengambil hikmah.

Dulu banyak kajian dan ceramah di bulan Ramadhan, tetapi kini stay at home, justru banyak ibadah dan tadarrus  al-Qur’an selama masa pandemi Covid-19 ini.

Oleh karena itu, hisablah dirimu sebelum dihisab oleh Allah Swt, ajaknya. Itulah sebabnya perlu mengajarkan  kebaikan, maka kita juga dapat pahala, termasuk profesi dosen sangat mulia, jelasnya.

Selain itu, diajak peserta untuk banyak membaca Al-Qur’an, karena pahalanya luar biasa di dalam bulan  Ramadhan, dibanding dengan di luar bulan Ramadhan, ajaknya.

Diakhir diskusi, Ishaq Shamad mengingatkan agar melakukan muhasabah terhadap diri masing-masing, melihat  kembali kebaikan dan keburukan yang pernah dilakukan.

Semua keburukan itu, diperhadapkan kepada Allah Swt, dan memohon kepada Allah agar semua kesalahan itu  diampuni oleh Allah Swt. Sehingga keluar dari bulan Ramadhan kembali kepada fitrah.

Seorang peserta, Syukur bertanya, apakah orang yang bertaqwa tidak pernah berdosa dan apakah orang  bertaqwa saja yang masuk surga?

Ishaq Shamad menjelaskan orang bertaqwa itu sangat dekat dengan Allah Swt. dan semua manusia pasti ada  dosa dan kesalahannya, jangankan kita sebagai orang awam, Nabi saja berdosa, seperti Nabi Adam As  melanggar di Surga.

”Tetapi dengan bertaubat, Allah mengampuni dosanya dan dibiarkan hidup dan berketurunan di dunia. Itulah  sebabnya di akhirat kelak, setiap manusia akan dihisab dan ditayangkan semua kebaikan dan keburukannya,  sehingga orang yang bertaubat dan diterima taubatnya, maka akan kembali kepada fitrah/suci,” tutup Ishaq  Shamad. (rls).

#TRENDING

To Top