
BISNIS KUE. Dapur kue Sudarni dengan empat orang karyawan yang membantu. ( Foto:Sry )
ENREKANG,UPEKS.co.id— Salah satu yang sangat merasakan dampak Covid-19 adalah para pedagang kue di pasar Enrekang. Jika pada Bulan Ramadhan tahun lalu mereka bisa mencapai omzet jutaan rupiah per hari, namun tahun ini mereka tidak mampu lagi mencapai seperdua dari omset itu.
Salah satu yang sangat merasakan penurunan penghasilan penjualan kuenya tahun ini adalah Sudarni. Dia mengatakan Ramadhan tahun lalu perhari omsetnya bisa mencapai Rp 2 juta rupiah bahkan lebih namun tahun ini berjualan ditengah kasus Covid-19 dia hanya bisa mencapai Rp 600 ribu perhari. Itu sudah sangat maksimal.
” Lebih dari 50 persen omset penjualan saya menurun tahun ini. Sangat terasa sekali, kalau dulu pesanan terus mengalir sampai buka puasa sekarang siang kita sudah istirahat”. Kata Sudarni.
Jika dulu Sudarni mempekerjakan karyawan hingga 8 orang, sekarang dia hanya menggunakan karyawan 4 orang. Dia mengaku tak mampu lagi menggaji karyawan sebanyak tahun lalu. Bahkan saat ini beban listrik yang harus dia bayar sebesar Rp 600 ribu per bulan.
” Saya berharap Pemerintah bisa segera memberikan solusi kepada kami para pedagang kue yang terdampak Covid-19. Kami sangat berharap ada perhatian dan bantuan dari Pemkab Enrekang supaya kami bisa keluar dari kesulitan ini”. Katanya.
Dulu selain berjualan dipasar, Sudarni juga banyak menerima pesanan dari kantor-kantor untuk acara rapat, sekolah – sekolah dan Instansi lainnya. Tapi sekarang kegiatan rapat dan pertemuan ditiadakan untuk sementara, itulah yang menyebabkan omzetnya turun drastis. (Sry).




