Fatwa MUI tak Terlalu Dipatuhi, Masih Ada Warga Salat Tarawih di Masjid

  • Whatsapp
Fatwa MUI tak Terlalu Dipatuhi, Masih Ada Warga Salat Tarawih di Masjid
Ilham Kadir. (foto:sry).
Fatwa MUI tak Terlalu Dipatuhi, Masih Ada Warga Salat Tarawih di Masjid
Ilham Kadir. (foto:sry).

ENREKANG,UPEKS.co.id — Meski Pemkab dan MUI Enrekang telah mengeluarkan maklumat untuk tidak  berkumpul dan laksanakan Salat di Masjid selama Pandemi Covid-19 belum berakhir, namun di Enrekang masih banyak Masjid terbuka bagi yang ingin laksanakan Salat Fardhu dan Tarawih.

Salah satunya, Masjid Nurut Tijarah, Kompleks Pasar Sentral Enrekang tetap jaditempat Ibadah Salat Fardhu dan  Tarawih.

Bacaan Lainnya

Ketua Infokom MUI Enrekang,DR. Ilham Kadir mengatakan, walau ada Imam di Masjid, namun selama ada Fatwa MUI yang meminta agar masyarakat tidak melakukan kegiatan Ibadah di Masjid, namun dia  tidak pernah lagi salat di Masjid.

”MUI memang telah mengeluarkan Fatwa, tapi itu hanya bersifat Imbauan, sebaiknya masyarakat tidak melakukan kegiatan Ibadah di Masjid selama Pandemi Covid-19 ini,” ujarnya.

Sifatnya Imbauan karena MUI tidak punya hak untuk melarang. MUI tidak punya pasukan untuk menegakkan Fatwa dan imbauan itu. Selain itu ada pertimbangan, Enrekang kan masih kategori zona hijau,karena mereka yang positif itu tertular diluar bukan dari dalam Enrekang, ujarnya.

Dia mengatakan, jika ternyata masyarakat ngotot juga untuk melakukan salat berjamaah maka harus tetap perhatikan protokoler yang telah ditetapkan Pemerintah Kabupaten Enrekang bersama MUI.

“Harus jaga jarak antara Jamaah minimal 50 cm, pakai masker, Masjid harus disemprot minimal tiga kali sampai  lima kali sehari, bawah sajadah masing-masing dari rumah yang sudah disterilkan, tidak boleh lama-lama berada  di Masjid habis Tarwih langsung pulang. Tidak ada ceramah, mempercepat durasi salat tarawih. Tetap mengikuti  imbauan MUI dan Pemerintah,” kata Pimpinan BAZNAS Enrekang ini.

Selain itu dia menegaskan, yang salat di masjid tidak boleh ada jamaah dari luar kompleks pasar sentral Enrekang.  Jadi yang boleh salat Jamaah disana harus masyarakat yang domisili di sekitar pasar sentral Enrekang saja,” ujar  Ilham. (sry).

Pos terkait