MAJENE, UPEKS.co.id—Dampak dari pembatasan keluar rumah dan liburnya para siswa sudah tentu berdampak kepada perekonomian, termasuk di Kabupaten Majene dampak tersebut sangat dirasakan oleh pelaku usaha.
Seperti di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kelurahan Rangas, Kecamatan Banggae misalnya. Sejak merebaknya virus corona (covid-19) dan adanya kebijakan pemerintah agar masyarakat tidak
bepergian keluar rumah omset penjualan dari usaha ini menurun lebih dari 50 persen.
Eko, salah satu pengelola SPBU di Kelurahan Rangas, Minggu (05/04/2020) mengungkapkan sejak merebaknya virus corona penurunan omset penjuala di SPBU menurun tajam.
“Semua jenis bahan bakar yang kita jual semuanya mengalami penurunan, saat ini penurunan angka penjualan tersebut sudah menyentuh angka 50 persen lebih,” jelasnya.
Eko juga menambahkan khusus untuk BBM jenis premium yang selama ini masih menjadi primadona bagi masyarakat, saat ini terlihat juga mulai sepi dari pembeli, yang biasanya setiap malam antre, sekarang sudah mulai berkurang antreannya.
“Biasnya penjualan dalam satu malam habis 8 ribu ton, sekarang paling tinggi hanya 4 ribu ton habis, bahkan biasa kurang dari 4 ribu ton per harinya, termasuk juga BBM jenis premium yang biasanya selalu antre panjang, namun sekarang tidak lagi ada antrean panjang” tutupnya. (Alimukhtar).




