Curah Hujan Tinggi, Pintu Pelimpahan Bendungan Bili-bili Dibuka

Curah Hujan Tinggi, Pintu Pelimpahan Bendungan Bili-bili Dibuka
Int.

 

Curah Hujan Tinggi, Pintu Pelimpahan Bendungan Bili-bili Dibuka
Int.

GOWA, UPEKS.co.id—Meningkatnya debit air bendungan Bili-Bili akibat curah hujan yang tinggi diwilayah hulu  sungai Jeneberang mengharuskan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang melakukan  pembukaan pintu pelimpahan air Bendungan Bili-bili, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa, Senin  (6/4/2020) malam.

Bacaan Lainnya

Kepala BBWS Pompengan Jeneberang, Supardji mengatakan pintu pelimpahan air Bendungan Bili-bili dibuka  setinggi 15 centimeter.

“Karena ini curah hujan yang cukup tinggi di hulu, sudah mau batas normal elevasinya sekarang 99.41 Mdpl. Kalau  tidak dibuka dan hujan terus di hulu nanti tidak bisa terkendali, jangan sampai kita kejadian lagi seperti 2019 lalu  jadi kita antisipasi,” ujarnya saat di konfirmasi melalui telepon selulernya.

Walaupun demikian, Supardji meminta warga untuk tidak panik, karena menurutnya Sungai Jeneberang itu masih  bisa menampung, hanya saja ia meminta masyarakat untuk tidak beraktivitas di hilir.

“Posisi sungai itu masih aman, hanya kita khawatir kalau ada orang yang mencari ikan di dalamnya dan melakukan  penyeberangan. Jadi disampaikan kepada masyarakat sekitar untuk tidak melakukan kegiatan penyeberangan  sungai, menambang, menjala ikan di hilir bendungan dan hilir Sungai Jeneberang. Tapi saat ini posisi sungai aman  tidak meluap, karena kita sudah hitung dengan Jenelata itu tidak meluap,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gowa, Iksan Parawansyah  juga mengatakan hal yang sama. Ia menghimbau masyarakat agar tidak beraktivitas di hilir Sungai Jeneberang.

“Saya rasa surat dari BBWS Pompengan Jeneberang sudah cukup jelas untuk masyarakat yang bermukim di  bantaran Sungai Jeneberang dan yang menggunakan transportasi penyebrangan di Sungai Jeneberang untuk  sementara jangan dulu melakukan aktifitasnya,” ujarnya.

Ia menambahkan pihak BPBD akan tetap siaga dan memantau perkembangan kondisi termasuk informasi data  dari BMKG maupun dari BBWS Pompengan Jeneberang.(Sofyan)

Pos terkait