SULAWESI SELATAN

Satu Meninggal, Enrekang KLB DBD

Satu Meninggal, Enrekang KLB DBD

sutrisno. (Foto:Sry/upeks).

ENREKANG,UPEKS.co.id — Kabupaten Enrekang ditetapkan KLB DBD. Hal ini disebabkan adanya seorang
pasien demam berdarah yang meninggal dunia pada tanggal 16 Februari 2020 atas nama Mutmainnah (13) dari  Desa Pana, Kecamatan Alla, Kabupaten Enrekang.

Untuk itu Kadis Kesehatan Kabupaten Enrekang Sutrisno,SE,SKM,MM menetapkan Enrekang KLB DBD.

Berdasarkan data yang diperoleh Upeks melalui Kadis kesehatan Enrekang Januari 2020 kasus DBD berjumlah  16 dan Februari 2020 kasus DBD berjumlah 32 dan 1 orang meninggal dunia.

Itu artinya dalam dua bulan diawal tahun ini sudah ada 48 kasus DBD. Sekedar perbandingan tahun 2019 ada 166  kasus DBD.

Sementara data yang diterima Upeks dari Kabid Pelayanan Medik RSUD Maspul pasien DBD yang dirawat di  RSUD Massenrempulu Enrekang per Januari 2020 sebanyak 23 orang dan Februari 2020 sebanyak 21 orang.

Artinya dalam dua bulan ini sudah ada 44 pasien DBD yang dirawat di RSUD Maspul. Sementara itu data Tahun 2019 total pasien DBD yang dirawat inap di RSUD sebanyak 208 pasien DBD.

Namun sejauh ini Sutrisno tidak ingin mengatakan tahun 2020 kasus DBD tinggi.

” Siapa tahu bulan berikutnya tidak ada lagi kasus DBD,makanya kita tidak bisa mengatakan tahun ini kasus DBD  tinggi. Apalagi kita semakin gencar melakukan upaya pemberantasan DBD dengan melakukan sosialisasi,pemberian Abate, fogging dan upaya lainnya”. Kata Sutrisno.

Dia mengatakan Upaya Pemerintah untuk memberantas nyamuk dan jentik harus dibarengi dengan peningkatan  kesadaran masyarakat akan kebersihan lingkungan.

Upaya Pemerintah sudah sangat maksimal bahkan dengan melakukan fogging sebagai tindakan paling akhir  sebagai upaya pemberantasan sarang nyamuk dan untuk membunuh nyamuk demam berdarah.

Kadis Kesehatan Enrekang mengimbau kepada masyarakat agar terus menjaga kebersihan lingkungan dan jangan lupa melakukan gerakan 3 M yaitu Menutup, Menguras dan Mengubur.

” Ini adalah cara yang paling tepat. Satu konsepnya, adalah kebersihan lingkungan, jika di satu tempat ada kasus DBD yakin saja Lingkungan disekitarnya yang kotor”. Tegasnya.

Selain melakukan fogging, Dinas Kesehatan Enrekang tahun ini juga telah membagikan 100 Kg Abate kepada  masyarakat se Kabupaten Enrekang. ( Sry )

#TRENDING

To Top