MAKASSAR, UPEKS.co.id— Dinamika kontestasi Pilkada di Sulsel semakin memanas. Sejumlah daerah bahkan
sudah diprediksi akan menyajikan persaingan politik yang ketat, dengan melihat komposisi kandidat yang bertarung dan capaian masing-masing kandidat.
Manajer Strategi dan Operasional Jaringan Suara Indonesia (JSI) Nursandy Syam mengatakan, setidaknya ada enam daerah di Sulsel yang bakal menghadirkan kontestasi Pilkada yang ketat.
Sebutlah masing-masing daerah itu adalah Makassar, Pangkep, Barru, Luwu Utara, Luwu Timu, dan Bulukumba.
“Jika melihat konfigurasi dukungan parpol maupun paket pasangan saat ini, iklim kompetisi beberapa daerah tak kalah ketatnya dari Kota Makassar,” ujarnya kepada Upeks, Senin (23/3/20).
Selain Makassar, Pangkep dinilai sebagai daerah yang ketat. Karena sudah terlihat pengerucutan pasangan calon. Andi Ilham Zainuddin-Rismayani yang diusung oleh Golkar. Muhammad Yusran Lalogau kemungkinan besar berpasangan H.Sahban Sammana yang disokong oleh Nasdem. H.Rahman Assegaf makin mesra dengan
Rahmat Muhayyang yang berpotensi menyatukan Berkarya dan PDIP.
“Poros lain bisa tercipta jika Lutfi Hanafi mampu mencukupkan dukungan. Sehingga Pilkada Pangkep berpotensi terjadi 3-4 pasang. Masing-masing figur memiliki sumber daya elektoral yang relatif merata. Tak hanya itu, kekuatan yang ada dibelakangnya juga menambah sengit konstestasi,” ujarnya.
Selanjutnya Kabupaten Barru. Kata Nursandy, konstelasi politiknya bakal mengarah head to head antara Suardi Saleh dengan Malkan Amin-Andi Salahuddin.
Meski Suardi Saleh belum menentukan wakilnya, namun menurut Nursandy, tetap saja kontestasinya ibarat tanding ulang di Pilkada 2015. “Dimana waktu itu, selisih suara amatlah tipis antara Andi Idris Syukur-Suardi Saleh dengan Malkan Amin-Andi Salahuddin. Iklim kompetisinya cenderung panas,” ujarnya.
Lanjut Nursandy, Luwu Utara juga tak kalah sengitnya dibanding daerah lain. Indah Putri Indriani selaku petahana akan ditantang Thahar Rum yang juga wakilnya di pemerintahan. Indah Putri Indriani akan menggandeng Kadis PU Suaib Mansyur yang diusung Golkar, PAN sementara Thahar berpasangan Rahmat Laguni disokong Nasdem.
“Belum lagi keberadaan Ketua Gerindra Lutra Arsyad Kasmar. Wajah lama yang punya basis elektoral terus berupaya memastikan tiket dukungan bersama Andi Sukma ketua Hanura Lutra. Tentu makin menaikkan tensi persaingan,” ujarnya.
Adapun daerah selanjutnya adalah Luwu Timur. Kata Nursandy, di daerah tersebut, head to head akan terjadi antara Thoriq Husler dengan Irwan Bachri Syam selaku wakilnya di pemerintahan. Meski sama-sama belum menentukan wakil, namun Nursandy melihat keinginan untuk pisah jalan sepertinya tak bisa terhindarkan.
“Aroma polarisasi dukungan di pemerintahan sudah terasa. Dukungan di level grassroots kian terbelah. Pilkada Lutim tak
hanya akan berjalan sengit tapi seru,” bebernya.
Bulukumba juga dinilai oleh Nursandy sebagai daerah menyajikan kontestasi yang menarik. Tomy Satria resmi menggandeng Andi Makkasau. PDIP, PKB, PBB mencukupkan dukungannya dalam memimpin proses kandidasi. Perlawanan hadir dari poros H.Askar-Arum Spink yang telah mendapatkan tiket dari PPP dan kemungkinan besar Nasdem ikut menyusul.
“Kemudian figur lain yang patut diperhitungkan Andi Hamzah Pangki,Jamaluddin Syamsir dan Andi Muchtar Ali Yusuf (Andi Utta) yang punya kans membentuk poros baru,” tandasnya. (jir)




