Bangun Ekosistem Melalui Kolaborasi Start-Up, Qasir Genjot Pertumbuhan Usahawan Mikro

Bangun Ekosistem Melalui Kolaborasi Start-Up, Qasir Genjot Pertumbuhan Usahawan Mikro

Bangun Ekosistem Melalui Kolaborasi Start-Up, Qasir Genjot Pertumbuhan Usahawan Mikro

MAKASSAR,UPEKS.co.id-– PT. Solusi Teknologi Niaga (Qasir) terus berusaha mengembangkan ekosistem yang
terintegrasi bagi pelaku UMKM di Indonesia. Salah satunya dengan mengembangkan kolaborasi dengan
perusahaan-perusahaan rintisan yang memiliki keahlian spesifik dalam menjawab berbagai tantangan yang kerap  dihadapi UMKM.

Bacaan Lainnya

CEO Qasir, Michael Williem menyatakan, keinginan untuk naik kelas bagi usahawan mikro pada dasarnya sangat  besar, namun terhambat keterbatasan untuk mencari peluang yang ada.

“Pesatnya teknologi kerap membuat usahawan mikro dan kecil gigit jari karena mereka terancam tergerus oleh  persaingan. Karenanya, sejak awal didirikan, semangat kami adalah merangkul mereka untuk ikut  mengembangkan usaha lewat inovasi digital,ujarnya.

Salah satunya membuka akses mereka ke berbagai layanan fintech
dan teknologi yang sudah diintegrasikan ke dalam aplikasi Miqro milik Qasir,terang Michael, Minggu  (01/03/2020).

Melalui layanan Miqro, Qasir juga membantu mempercepat proses inklusi keuangan dengan menekankan  pentingnya pencatatan keuangan yang rapi secara digital.

“Data internal kami menunjukkan bahwa pencatatan  yang kurang rapi membuat mereka tidak memenuhi syarat sebagai kreditur. Sehingga mereka sulit menambah  modal kerja untuk berkembang,” tutur Michael.

Berangkat dari masalah di atas serta semangat memberikan kemudahan dan fleksibilitas bagi usahawan mikro,  Qasir menjalin kerjasama dengan fintech Peer to Peer (P2P) Lending seperti Koinworks dan Qazwa.

Uniknya, pendanaan yang difasilitasi Qasir melalui kedua fintech ini bukanlah dalam bentuk dana segar, namun  dalam bentuk kredit produktif yaitu pembelian stok barang untuk dijual kembali, yang besarannya disesuaikan  dengan kemampuan.

“Besaran ini diukur berdasarkan behaviour belanja tiap pengguna aplikasi, yang datanya sudah terekam dalam  sistem Qasir, yaitu mulai dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah. Hingga saat ini, Qazwa dan Koinworks sudah  menyalurkan pendanaan kepada ratusan usahawan Miqro dengan total angka menembus angka milyaran rupiah,”  kata Michael.

Sementara itu, Chief Marketing Officer (CMO) Qasir Rachmat Anggara berharap kolaborasi ini dapat menciptakan  ekosistem yang mampu menggenjot lebih banyak usahawan mikro untuk berkembang.

“Hanya dengan rutin berbelanja melalui aplikasi Miqro, usahawan bahkan tidak perlu repot menyiapkan segala  macam persyaratan yang rumit untuk mendapat pendanaan ini. Cukup berbekal rekomendasi dari kami  berdasarkan catatan pembelanjaan tadi yang jelas validasinya, pihak fintech sudah bisa mencairkan pendanaan  ini. Harapan kami, para usahawan mikro bisa mendapatkan pendanaan yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan
usahanya,” tutur Angga.

Terkait dengan keamanan data, layanan kolaboratif dalam aplikasi Miqro ini, Chief Technology Officer (CTO) Qasir  Novan Adrian menambahkan, Qasir telah membekali aplikasinya dengan beberapa jaringan keamanan. Saat ini  Qasir juga sedang dalam proses registrasi ISO/IEC 27001:2013.

“Data privacy adalah hal yang sangat penting bagi kami karena bagi kami kepercayaan dari users itu mahal  harganya. Komitmen kami adalah memastikan data dari users aman secara digital. Lebih spesifik lagi, untuk  penggunaan layanan pembiayaan, kami memastikan screening internal yang ketat sebelum melakukan penawaran  kepada partner usaha. Sehingga, sedapat mungkin kami memiliki banyak layer pengawasan agar tidak ada data  yang bocor atau disalahgunakan,” tutup Novan. (mit)

Pos terkait