SURABAYA.UPEKS.co.id—Event Nasional “Garuda Di Lautku” (GDL) Penanaman Terumbu Karang Kebangsaan 2020 di Pulau Kodingareng Keke, 18 Maret 2020 akan dipenuhi berbagai kejutan luar biasa.
Kali ini kejutan itu dari ”manusia katak” dari pasukan elite TNI AL Komando Pasukan Katak (Kopaska) menyatakan siap diterjunkan menyelam dalam rangka sukseskan event GDL di pulau Kodingareng Keke.
Saat berkunjung ke Markas Kopaska Koarmada II, Danlantamal VI, Laksamana Pertama TNI Hanarko Djodi Pamungkas didampingi Komandan Satuan (Dansat) Kopaska Koarmada-II Kolonel Laut (T) Ariyadi, S.E., meninjau persiapan yang dibutuhkan.
Itu mencakup, personel maupun alutsista milik Kopaska yang nantinya akan digunakan dalam mendukung event yang akan mengukir sejarah baru di Indonesia.
“Mereka itu manusia-manusia siluman di laut dari Kopaska TNI AL berkemampuan tempur bawah air yang luar biasa yang akan bergabung dengan ratusan penyelam lainnya dalam mendukung event “Garuda Di Lautku”, ujar Danlantamal VI.
Sementara itu, Wakil Komandan Lantamal VI Kolonel Laut (P) Baroyo Eko Basuki, S.H, M.M., yang juga berasal dari Satuan Kopaska inimengatakan, Kopaska pasukan khusus TNI AL yang memiliki kemampuan setara dengan 24 tentara biasa.
Kemampuan tempurnya didapatkan melalui pendidikan yang keras serta fokus selama 10 bulan di Markas Kopaska.
Diharapkan dengan kemampuan yang dimiliki dapat menyukseskan event “Garuda Di Lautku”.
Prajurit Kopaska akan menggunakan kemampuannya memakai alat canggih bawah air untuk mendukung Penanaman Terumbu Karang Kebangsaan 2020 berbentuk burung Garuda di dasar laut pulau Kodingareng Keke 18 Maret 2020″, ujar Wadan Lantamal VI.
Kopaska merupakan pasukan yang direkrut khusus dan di didik, dilatih secara khusus untuk melaksanakan tugas yang tidak bisa dilaksanakan pasukan regular.
Sebagai pasukan khusus TNI AL, selain menjalankan tugas intelijen, prajurit Kopaska bertugas menyerbu dan menguasai kapal dan pangkalan musuh, menghancurkan instalasi bawah air, pembersihan pantai hingga mendukung operasi pendaratan amfibi serta anti terror maritim. (pen lantamal VI).




