Makassar, Upeks.co.id–Di era digital sekarang, waktu bukanlah sebagai tolok ukur menyelesaikan studi. Raih gelar magister dan doktor bisa lebih cepat.
Sebab, sumber pengetahuan tidak lagi bersumber kepada dosen semata, melainkan mahasiswa dapat mencari di berbagai sumber.
Selain itu, meraih gelar magister dan doktor merupakan ujung dari proses perjuangan panjang. Berbagai variabel menjadi bagian dari proses itu.
Demikian kata Rektor UNM pada acara ramah tamah alumni program doktor (S-3) dan magister (S-2), Selasa (25/2) di Four Points by Sheraton.
“Variabel perjuangan itu dapat berupa rasa sakit hati, rasa dongkol, rasa jengkel. Namun, malam ini sisa satu variabel, yaitu variabel kebahagiaan,” ungkap Prof.Dr.Husain Syam,M.T.P.
Mantan Dekan FT dua periode, menyambut baik kebijakan PPs dalam pengelolaan akademik. Menurut Prof.Husain, perlu ada terobosan baru dalam mengakselarasi percepatan studi.
Guru Besar Teknologi Pertanian memotivasi agar sistem pembelajaran perlu inovasi dan kreasi. Mahasiswa dimungkinkan meraih gelar secepat waktu. Era teknologi akan mendukung.
Rektor UNM menantang pengelola PPs dapat mengusahakan agar mahasiswa dapat berproses cepat tanpa mengabaikan substansi kualitas akademik. Persoalan waktu bukan lagi menjadi tolok ukur.
Husain Syam sangat yakin para pimpinan dan kaprodi dapat melakukan percepatan studi. Dia berharap PPs dapat merekruit mahasiswa asing, misalnya melakukan kerja sama dengan perguruan tinggi asing.
“Saya sedang berpikir keras dan baik bagaimana menghadirkan banyak mahasiswa asing. Saya sedang mempelajari peluang memberi beasiswa dari PNBP UNM,” tegasnya.
Rektor optimis agar PPs dapat menangkap momentum. Sebab, banyak pemimpin institusi bisa gagal karena tidak sanggup menangkap mementum yang tepat.
Direktur PPs dalam sambutannya menyampaikan progres akademik yang ditempuhnya. Inovasi kurikulum telah membuahkan hasil. Mahasiswa sudah ada yang menyelesaikan studi dengan cepat.
Prof.Dr.Hamsu Abdul Gani,M.Pd. menegaskan bahwa proses akademik di PPs telah berjalan sesuai koridor. Dia berharap agar ke depan meski masa studi dipercepat tetapi tetap mengedepankan kualitasnya.
Wisuda periode Februari 2020, PPs meluluskan sebanyak 10 program doktor dan 155 program magister. Alumni terbaik program S-3 diraih Dahlan dengan IPK 3,96 dari Prodi Administrasi Publik, sedangkan program S-2 diraih Surya Nengsi dengan IPK 3,96 dari Prodi Pendidikan Kimia.
Hadir dalam acara antara para wakil rektor, dekan, ketua lembaga, wakil direktur, para ketua prodi, orangtua dan keluarga alumni.(rls)




