Empat Langkah Strategis Kurangi Resiko Bencana

Empat Langkah Strategis Kurangi Resiko Bencana

Empat Langkah Strategis Kurangi Resiko BencanaLUTRA.UPEKSco.id— Tidak ada kata siap menghadapi bencana. Yang ada hanya lebih siap  menghadapi bencana yang terlihat dari tren korban jiwa dan kerusakan terus menurun.

Untuk menciptakan tren menurun ini, diperlukan langkah-langkah untuk mengurangi risiko bencana dan merubah  paradigma.

Bacaan Lainnya

dEMIKIAN Kepala Bencana Penanggulangan Bencana Daerah(BPBD) Luwu Utara, Muslim Muhtar, Selasa  (11/2/2020). Dikatakannya, bencana suatu hal yang kompleks, multidisiplin, unik, border less dan memiliki  ketidakpastian yang tinggi.

“Untuk menghadapi bencana, kita harus mengubah paradigma. Jangan hanya pasrah. Karena dengan  manajemen yang tepat, bencana itu dapat dicegah,”ujar Muslim Muhtar yang juga mantan Camat Sukamaju itu.

Mantan Kadis UKM itu menambahkan, mencermati geografis Kabupaten Lutra yang rawan bencana banjir,  longsor, seharusnya Lutra bisa mengubah tantangan menjadi peluang.

“Dengan banyaknya kejadian, sudah bisa jadi laboratorium bencana. Sehingga, jika kita mau mempelajari maka  Lutra akan bisa jadi pusat industri solusi atas kejadian alam sehingga bisa menghindari bencana,”paparnya.

Muslim Muhtar menyebutkan, tidak ada negara yang siap menghadapi bencana. Yang ada hanya lebih siap  menghadapi bencana berikutnya.

Intinya, mengurangi korban jiwa dan kerusakan yang terjadi. Kalau ternyata trennya terus menurun setiap kali,  maka bisa dikatakan penanggulangan bencananya berhasil, ucapnya.

Atas dasar hal ini, pemerintah melalui BNPB dan BPBD setiap Kabupaten dan semua instansi terkait  mengeluarkan empat langkah prioritas untuk pengurangan risiko bencana.

“Pertama, meningkatkan pemahaman risiko bencana. Dalam artian, masyarakat bisa mengerti resiko dari setiap  bencana dan tahu harus bagaimana saat bencana terjadi,” urai Muslim Muhtar.

Kedua, perkuat tata kelola risiko bencana dan manajemen risiko bencana. Ketiga Investasi untuk ketangguhan  terhadap resiko bencana.

Ke empat, meningkatkan kesiapsiagaan bencana untuk respon yang efektif dan untuk Build Back Better dalam pemulihan, rehabilitasi dan rekonstruksi.

Mencermati sejarah, seharusnya mitigasi bencana Indonesia jadi keharusan dan tidak menimbulkan korban jiwa  yang banyak dan membangun sinergi dan kolaborasi antar instansi dan anar stakehorder lainnya.

Sehingga semua harapan dan dalam upaya penanggulangan bencana dapat diwujudkan dengan keterlibatan seluruh pihak
terkait, tandasnya. (yustus).

Pos terkait