Lutra, Upeks.co.id – Satuan Binmas Polres Luwu Utara memberikan penyuluhan tentang paham radikal, terorisme, anti Pancasila dan ajaran sesat pada pemuda-pemudi di perkemahan pramuka Desa Baloli Kecamatan Masamba, Kabupaten Luwu Utara(Lutra), Sulawesi-Selatan(Sulsel), Minggu(1/12/2019).
- Seminar Project Based Learning Prodi Destinasi Poltekpar Makassar Tekankan Kolaborasi Pengembangan Desa Wisata Sanrobone
- Kemenag Sulsel Salurkan 150 Paket Bantuan bagi Anak Yatim dan Penyandang Disabilitas
- Mencermati Tren Potensi Radikalisme di Sulawesi Selatan, Ketua Umum DPP ICATT Serukan Gerakan Bersama Cegah IRET
Penyuluhan ops binawaspada lipu 2019 bertujuan untuk meningkatkan rasa nasionalisme kepada warga Negara Indonesia dan patuh terhadap NKRI.Kasat Binmas Polres Luwu Utara, AKP Wake Andi Maming mengatakan, kegiatan ini sudah hari terakhir dan sudah berlangsung selama dua pekan.
Wake Andi Maming menambahkan bahwa kegiatan penyuluhan yang kami gelar selama dua pekan, juga untuk meningkatkan rasa kepedulian masyarakat untuk melaporkan kepada Polri jika menemukan aksi makar terhadap NKRI atau indikasi terorisme.
Ia berharap masyarakat, pemuda dan kepolisian dapat mendeteksi secara dini bila ada potensi-potensi yang mengarah ke perpecahan NKRI.
Terkait pentingnya operasi/penyuluhan ini, Kasat Binmas mengimbau kepada seluruh pemuda-pemudi, masyarakat, para tokoh-tokoh untuk dapat meningkatkan kesadaran dan kepatuhan terhadap peraturan dan perundang undangan yang berlaku.
Dengan demikian itu akan terciptanya situasi Kamtibmas yang aman dan terhindar dari segala bentuk ancaman.
Sementara itu Ps Kaur mintu Sat Binmas Bripka Sudirman menyampaikan untuk bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban warga, teristimewa menghindari pengaruh paham radikal, terorisme, anti Pancasila yang berdampak meresahkan dan berpotensi memicu kerawanan perpecahan antara anak bangsa.
“Selaku pemuda-pemudi harapan bangsa dan keluarga, mariki bersama-sama memerangi, menolak dan perangi, lawan, jangan memberi ruang sejengkalpun paham radikal, teroris, ajaran sesat dan anti Pancasila masuk ditengah pemuda-pemudi,” pesan Bripka Sudirman dengan dialegnya.
Terlebih dengan kemajuan teknologi, mari kita gunajan IT ini dengan sebaik-baiknya dan jangan cepat percaya berita-berita hoax di media sosial.(yustus).




