Monev Kegiatan KWT & Koptan Kakao Desa Buntu Torpedo

  • Whatsapp
Monev Kegiatan KWT & Koptan Kakao Desa Buntu Torpedo

Lutra, Upeks.co.id – Monitoring dan evaluasi(Monev) suatu lembaga atau organisasi sangat diperlukan. Sebagai aktifitas yang ditujukan untuk memberikan informasi tentang sebab dan akibat dari suatu kebijakan yang sedang dilaksanakan. Monitoring dilakukan ketika sebuah kebijakan sedang diimplementasikan. Monitoring diperlukan agar kesalahan awal dapat segera diketahui dan dapat dilakukan tindakan perbaikan, sehingga mengurangi risiko yang lebih besar.

Monitoring yang dilakukan oleh team leader community mobilization readsi pusat, Wahyuddin Kessa, dilakukan pada, Rabu(25/12) di Desa Buntu Torpedo Kecamatan Sabbang, Kabupaten Luwu Utara(Lutra), Sulawesi-Selatan(Sulsel), bertempat di Kelompok Wanita Tani(KWT) dan Kelompok Tani(Koptan) Tampang Bulawan.Kunjungan team leader readsi pusat Wahyuddin Kessa didampingi Kepala Dinas Ketahsnan Pangan Lutra, Alauddin Sukri, Tenaga ahli Amal, serta para fasilitator Desa dan Penyuluh Pertanian Lapangan(PPL) untuk mengunjungi KWT dan Kelompok Tani Kakao.Hal ini disampaikan Wahyuddin Kessa bahwa, tujuan dari monitoring adalah menjaga agar kebijakan yang sedang diimplementasikan sesuai dengan tujuan dan sasaran. Menemukan kesalahan sedini mungkin sehingga mengurangi resiko yang lebih besar. Melakukan tindakan modifikasi terhadap kebijakan apabila hasil monitoring mengharuskan untuk itu.

Bacaan Lainnya

“Kelompok Wanita Tani (KWT) merupakan kelompok Wanita Tani yang diharapkan sebagai jawaban bagi kebutuhan kelompok dan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pangan lestari dengan prinsip pemanfaatan pekarangan yang ramah lingkungan dan dirancang untuk pemenuhan kebutuhan pangan dan gizi keluarga, diversifikasi pangan berbasis sumberdaya lokal, pelestarian tanaman pangan untuk masa depan serta peningkatan pendapatan yang pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,”tuturnya.

Disamping itu KWT sebagai wadah untuk pemenuhan pangan dan gizi keluarga diharapkan mampu untuk meningkatkan keejahteraan anggotanya berupa hasil tani dari usaha bersama kelompok. Selain itu mampu untuk mengajak warga masyarakat untuk bergabung dan mendirikan kelompok baru. Sebagai bukti bahwa KWT merupakan salah satu kegiatan positif dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.

“Sebagai pendukung kelompok, selain pengelolaan lahan anggota dan kebun bibit dituntut pembukuan yang rapih dan lengkap. Dengan pembukuan kegiatan kelompok akan terlihat jelas dan terekam dengan rapih. Pembukuan tersebut berupa buku anggota, buku kegiatan, buku rencana kegiatan, buku tamu, daftar hadir dan buku kas kelompok. Semuanya harus terisi dan tertata rapih,” harap Wahyuddin Kessa.Sementara ditempat terpisah Wahyuddin bersama Alauddin Sukri berdialog langsung denfan anggota Kelompok Kakao. Dia mengorek sebenarnya permasalahan apa petani kakao di Lutra tidak jaya seperti dulu di tahun 1990-an.Sementara itu Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Lutra, Alauddin Sukri menjelaskan bahwa, KWT Tampang Bulawan sudah panen dan hasil produksi untuk dikonsumsi sendiri anggota dan ada dijual ke warga, karena bebas kimia, ini program pola pekarangan anggota KWT.(yustus)

Pos terkait