Kopi Nating Bungin Lengkapi Milad Muhammadiyah Ke 107 di Enrekang

  • Whatsapp
Kopi Nating Bungin Lengkapi Milad Muhammadiyah Ke 107 di Enrekang

ENREKANG, UPEKS.co.id — Kopi Arabika  Typica  Nating Bungin ikut mewarnai semarak Milad 107 Muhammadiyah Daerah Enrekang di Ponpes Darul Arqam yang berlangsung di Muhammadiyah Enrekang.

 

Bacaan Lainnya

Hasming Nating,  di tengah tengah peserta milad Muhammadiyah 107 tersebut menuturkan, Nating adalah daerah terpencil dan terjauh di Enrekang.

Namun dengan keindahannya Dusun yang pantas dan  menarik untuk dikunjungi.Hasmin salah satu penggiat kopi Enrekang, mengatakan  masih ada pohon kopi typica berusia sekitar 300 tahun yang masih terpelihara.

 

Hasmin (49), juga adalah  seorang pejuang petani kopi Dusun Nating, Desa Sawitto, Kecamatan Bungin, yang menyangrai kopi menggunakan serpihan bekas pesawat Perang Dunia II yang jatuh di Pegunungan Latimojong.

 

“Saya tidak mau  harga kopi petani  di tentukan tengkulak, karena harga kopi saya belikan ke petani Rp 16.000/kg. Sehingga pedagang harus mengikuti harga saya”.  Ucapnya penuh optimis.

 

Sebagian besar warga Nating menyandarkan hidup mereka dari kopi. Merawat lahan adalah warisan sejak kecil bagi 90 keluarga di Dusun Nating.

”Dulu, bahkan kami hidup dari menukar kopi dengan beras dan kebutuhan lain di pasar,” kata Hasmin.

 

Nating bisa ditempuh dengan kendaraan roda empat dari Enrekang menuju Desa Bungin, Ibu kota Kecamatan Bungin. Dua setengah jam perjalanan ditempuh karena kondisi jalan rusak.

 

Perjalanan 10 kilometer berikutnya selama satu setengah jam dilanjutkan dengan sepeda motor.Kondisi Jalan tanah berbatu yang sebagian becek karena hujan semakin sulit dilewati.

 

“Beberapa kali kami harus turun dari sepeda motor karena jalan terlalu licin dan berlumpur. Dusun Nating yang kami tuju berada di ketinggian lebih dari 1.300 meter di atas permukaan laut (mdpl) dengan kisaran 1.500 mdpl dan melihat hamparan kopi typica serta menyentuh pohon-pohonnya yang menjulang hingga 3 meter di antara bukit terjal”. Kata Baharuddin Ketua Panitia Milad Muhammadiyah ke 107.

 

Sengaja Panitia mengundang Hasmin Nating salah satu  penggiat kopi Enrrkang untuk hadir di tengah tengah semaraknya milad 107 Muhammadiyah di ponpes Darul Arqam Muhammadiyah Enrekang.

 

Panitia  sengaja mengundangnya sebagai bentuk dukungan dan  apreasi terhadap perjuangannya terhadap petani kopi di desanya. Hasmin Nating, seorang petani kopi Arabika di desa Sawitto, Dusun Nating.

 

Hasmin Rela membeli kopi petani jauh  di atas harga pedagang. Naik 2 kali lipat, harga Rp 16.000 / liter, sementara pedagang umum hanya 8.000/ liter.

 

Selama ini Hasming tergabung dalam komunitas barista kopi, di sinilah dia belajar membangun jaringan pasar kopi Arabika dari desanya. Hasil kopi masyarakat dia jual langsung  ke  warung warung kopi yang rata rata anggota barista kopi juga.

 

Hasminpun sudah memiliki Brand sendiri dengan nama” MASSIPA COPEE” yang telah di lengkapi kelayakan produk layak jual dengan mengantongi izin Halal, PRT, BPPOM dan lainnya sehingga.

 

“Sangat layak jual apalagi punya ciri khas cita rasa spesial lain daripada yang lain. Makanya setiap ada lomba kopi , pasti dapat juara, bahkan sering juara di tingkat Nasional. Jangan pernah ragu dengan kopi Nating Bungin,  Sangat cocok untuk para penikmat kopi”. Ujar Hasmin. (Sry)

Pos terkait