PANGKEP, UPEKS.co.id – Video Tik Tok Bupati Pangkep Syamsuddin Hamid yang sempat viral di media sosial menimbulkan pro-kontra dari warga net.
Ada yang memberi jempol, tapi tidak sedikit netizen yang mencibir.
Soalnya, video berdurasi rata-rata satu menit itu masih menggunakan pakaian dinas sebagai bupati.
Ada yang memegang mike dari botol plastik tampak berjoget mengikuti irama musik dari aplikasi Tik Tok dalam smartphone-nya, juga ada yang lagi tanda tangan berkas dari apa yang disodorkan stafnya.
Dua video lainnya tampak bupati berada di atas kendaraan dinasnya dengan mengikuti vocal Andmash berjudul Hanya Rindu dan juga lagu dangdut.
Pemilik akun Ardy Suardi sempat mencibir dengan cuap-cuap, mending ngurus mesayarakat daripada buat video tak berguna.
“Ini kurang kerjaan,” katanya.
Cahaya Latif lebih soft dan tak berani memuji apalagi mengkritik; “… mau ketawa takut dosa, mau senyum takut dikira nggak lucu…,” begitu komennya.
Berbeda dengan pemilik akun literasi bakau, dia malah membela bupati, “happy sejenak nggak apalah sekadar mengusik kepenatan,” katanya.
Pengamat Sosiologi Pemerintahan Unhas, Dr. Rahmat Muhammad justru menganggap sikap yang dipertontonkan bupati Pangkep ini kurang etis.
Sebagai abdi negara atau pelayan masyarakat, bupati seharusnya member contoh kepada masyarakatnya.
Walaupun, kata Rahmat, itu sekadar iseng tapi sengaja divideokan berarti ada maksud tertentu.
“Minimal berharap diviralkan sesuatu yang bukan pada tempatnya,” kata mantan wakil dekan III Fisip Unhas ini.
Rahmat juga menganggap bahwa perilaku bupati Pangkep dua periode ini sangat tidak edukatif.
Memvideokan dirinya pada jam kerja. “Ini sangat paradoks dengan kebijakan presiden, kerja, kerja, kerja….” ungkapnya.
Dia malah mengkhawatirkan kalau hal seperti ini dianggap bupati sebagai sesuatu yang biasa dan diapresiasi masyarakat. Sebaliknya, pada saat yang sama ada pejabat yang bekerja serius tapi tidak mendapat apresiasi, itu justru memprihatinkan. “Ini patut dicatat sebagai seorang pamong,” kata Rahmat malam tadi di Makassar. (SG)




