Jakarta,–World Cleanup Day Indonesia (WCDI) berkolaborasi dengan Rinso menggelar aksi bersih-bersih terbesar di dunia. Aksi ini juga bertujuan mengajak serta masyarakat untuk mulai bijak plastik demi menjaga alam Indonesia agar tetap bersih.
Acara perayaan World Cleanup Day Indonesia yang mengangkat tema “Cleanup for Peaceful Indonesia” dipusatkan di Hutan Kota Bekasi Jawa Barat dan seluruh provinsi di Indonesia.
Direktur Home Care Unilever Indonesia dan Dirt is Good SEA-ANZ, Veronica Utami, mengatakan, sebagai brand yang telah menjadi bagian dari keseharian masyarakat Indonesia selama puluhan tahun, Rinso memiliki purpose untuk mendorong orang tua agar anak-anak mereka dapat bermain di luar ruangan tanpa takut kotor.
“Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa adanya permasalahan sampah, antara lain sampah plastik, membuat alam, tempat bermain anak menjadi tidak nyaman. Untuk itu, Rinso ingin menjadi bagian dari upaya menggerakkan masyarakat untuk bersama
menjaga alam Indonesia agar bersih dan tidak dicemari sampah, salah satunya melalui kolaborasi dengan World Cleanup Day Indonesia,” katanya.
Kolaborasi antara Rinso dan World Cleanup Day Indonesia didasari atas kesamaan visi untuk menciptakan alam Indonesia yang bersih melalui penanganan sampah yang baik. Tema acara World Cleanup Day Indonesia tahun ini, yaitu “Cleanup for Peaceful Indonesia” sangat sejalan dengan upaya Rinso yang ingin menciptakan alam yang bersih bagi anak-anak
Indonesia agar mereka bisa belajar, bereksplorasi dengan leluasa karena hal ini baik untuk tumbuh kembang dan masa depan mereka.
Tahun ini World Cleanup Day Indonesia terasa lebih spesial, karena tahun ini perayaan yang diselenggarakan di Hutan Kota Bekasi dipimpin oleh empat Anak Indonesia Bijak Plastik yang sangat inspiratif, mereka adalah para changemakers yang telah menunjukan semangat dan hasil nyata dalam penanganan sampah di lingkungan mereka. Keempat anak ini adalah Kinara dari Yogyakarta, Mutiara Alyzza Bilqis dari Surabaya, Kadek Roby dan I Kadek Bayu Saputra dari Bali.
Tahun 2018 yang lalu World Cleanup Day Indonesia berhasil dalam memobilisasi 7,6 juta relawan dan membawa Indonesia menjadi negara pertama yang memimpin aksi Cleanup terbesar di dunia, tahun ini World Cleanup Day Indonesia menargetkan 13 juta masyarakat Indonesia untuk ikut serta dalam aksi bersih-bersih yang dilaksanakan serentak di 157
negara.
Leader World Cleanup Day Indonesia, Agustina Iskandar, menyampaikan, pihaknya menyambut baik upaya yang dilakukan oleh Rinso yang ikut membantu dalam menggerakan dan memobilisasi masyarakat untuk sama-sama peduli agar Indonesia bersih dari sampah. Kami percaya bahwa dengan berkolaborasi kita dapat membawa dampak yang jauh lebih
besar untuk perubahan.
Tahun ini World Cleanup Day Indonesia menargetkan 50% sampah yang terkumpul dari aksi bersih-bersih ini bisa dikelola melalui jaringan Bank Sampah atau melalui perusahaan daur ulang. Selain itu tahun ini World Cleanup Day juga menargetkan beberapa hal lainnya, seperti melakukan pemetaan 1.500 titik sampah ilegal di 34 provinsi di Indonesia, piloting 10 Island Projects yang membantu penanganan sampah di pulau-pulau di Indonesia, aksi-aksi berkelanjutan yang melibatkan 13 isu rekomendasi bebas sampah yang dilaksanakan di 34 provinsi, serta penandatanganan petisi dari
relawan World Cleanup Day Indonesia dalam petisi Aspirasi Bebas Sampah yang diharapkan dapat mencapai 100.000 petisi dan disampaikan kepada Presiden Indonesia sebagai komitmen penegakan hukum persampahan di Indonesia.
Selain itu, dalam perayaan ini Rinso juga menyampaikan apresiasi kepada sekolah-sekolah binaan Yayasan Unilever Indonesia, sebanyak lebih dari 8.000 sekolah telah menerima edukasi mengenai pemilahan sampah di rumah dan di sekolah. Selain itu, dalam perayaan ini Rinso juga mengumumkan 10 pemenang kompetisi Sekolah Bijak Plastik yang berasal dari berbagai kota dan provinsi, mereka adalah SDN 064036 Medan, UPT SDN 53 Malilin, SDN Cipinang Besar Selatan 03, SD Sekar Pelangi Balikpapan, SDN Cikande 1 Tangerang, SD Islam De Green Tanjung Pinang, SDN 1 Karanganyar-Trenggalek, SDN 5 Teluk Purwokerto, SD Alam Lampung dan SMPN 39 Bandung. Sekolah-sekolah ini terpilih
atas kreatifitas dan inisiatifnya dalam langkah bijak plastik dan pengelolaan sampah.
Hal yang juga spesial dari kegiatan World Cleanup Day tahun ini selain menggerakkan masyarakat untuk berpartisipasi, Unilever juga turut menggerakkan ribuan relawan yang merupakan karyawan dan karyawati Unilever yang tersebar di 34
area di Indonesia untuk juga melakukan aksi bersih-bersih lingkungan sekitar. Semakin banyak pihak yang terlibat, Rinso dan World Cleanup Day berharap akan semakin banyak masyarakat yang juga memiliki semangat untuk menjaga alam
Indonesia, termasuk juga semangat untuk bisa lebih bijak dalam menggunakan dan memilih produk yang bijak plastik serta semangat dalam mengelola sampah plastik dengan cara melakukan pilah sampah dari tataran rumah tangga. (*)




