BPSDM Sulsel Diduga Kebiri Hak Anggota DPRD Takalar

BPSDM Sulsel Diduga Kebiri Hak Anggota DPRD Takalar

BPSDM Sulsel Diduga Kebiri Hak Anggota DPRD Takalar

MAKASSAR, UPEKS– Anggota DPRD terpilih Kabupaten Takalar Partai Demokrat Husniah Rachman menilai penyelenggaraan Orientasi Anggota DPRD Kabupaten Takalar, yang diselenggarakan BKPSDM Provinsi Sulsel bekerjasama Sekretariat DPRD Kabupaten Takalar, di Hotel Pesonna, 1-6 September 2019, diduga tak sesuai Protap.

Bacaan Lainnya

Hal tersebut tidak sesuai budget yang telah gelontorkan DPRD Kabupaten Takalar, sebesar Rp4.375.000 per orang yang mengikuti orientasi tersebut. Kondisi ini lantas membuat sejumlah anggota dewan menuding dan menduga haknya sebagai anggota DPRD yang diatur dalam Protap telah dikebiri BPSDM Sulsel sebagai pelaksana kegiatan.

Jika ditotalkan, orientasi tersebut  menelan anggaran sebesar Rp131.250.000. Dari jumlah menurut Husniah sapaan karibnya tidak sesuai fasilitasi yang disediakan.

Fasilitas yang dimaksud, yakni room orientasi yang sempit, juga kamar yang telah peruntukkan bagi seluruh peserta untuk menginap yang sempit dan dihuni dua orang dalam satu kamar.

“Pertemuan ini tidak representatif, mengapa saya katakan, saya liat room diskusi sangat sempit hal ini tidak sesuai Protap,” ungkap Husniah.

Bahkan, dirinya tidak menggunakan yang telah disiapkan oleh pihak penyelenggara, lantaran selain sempit juga dihuni oleh dua orang peserta orientasi. Sehingga Husniah terpaksa menggeluarkan uang pribadinya untuk memesan kamar secara pribadi.

Adapun harga kamar yang dipesan Husniah sebesar Rp650.000/net/room dengan jenis kamar suite room.

“Saya menginap tapi bukan kamar yang telah dipesankan oleh penyelenggara saya tempati menginap melainkan kamar yang saya bayar sendiri,” ungkap Husniah.

Ironisnya lagi, sambung Husnia, dirinya sangat menyayangkan pihak penyelenggara selain peserta yang menempati kamar yang representatif juga ketua DPRD Kabupaten Takalar pun menempati tempat yang sama.

“Saya liat wakil ketua DPRD kita sebagai pimpinan sementara, mereka menggunakan satu kamar dua orang, seharusnya sebagai seorang pimpinan harus sendiri, ini sudah tidak sesuai Protap yang ada,” tandasnya.

Kejadian tersebut, sambung Husniah, dirinya tidak permasalahkan namun di sisi lain kegiatan tersebut merupakan bagian dari haknya untuk mengikuti.

“Ini hak anggota DPRD yang mengikuti orientasi, jadi saya harus pergunakan,” ungkapnya.

Sementara Kepala Bagian Persidangan DPRD Kabupaten Takalar, Zubair mengaku, dirinya tidak mengetahui secara teknis penyelenggaraan acara tersebut karena secara utuh diambil alih oleh BPSDM Provinsi Sulsel.

“Saya kurang tau secara teknis karena acara dihandle langsung oleh BPSDM Provinsi Sulsel berdasarkan dengan kerjasama yang telah dilakukan antara pihak DPRD Takalar dengan Pemprov Sulsel,” ujarnya.

Ia mengaku jumlah anggota DPRD Takalar yang mengikuti orientasi tersebut sebanyak 30 orang dengan biaya Rp4.375.000 per orang.

“Biaya yang berjumlah Rp4.375.000 didalamnya itu sudah masuk konsumsi, kemudian hal ini sesuai yang disepakati BPSDM dan kegiatan dihandle langsung oleh BPSDM,” ungkapnya.

Sementara Sekretaris BPSDM Provinsi Sulawesi Selatan, Zuhaera Zubir saat dikonfirmasi terkait rincian anggaran penyelenggaraan tersebut mengaku ada pada Bidang Teknis dan Fungsional dan Kepala BPSDM Provinsi Sulsel.

“Yang bertanggung jawab di acara orientasi DPRD seluruh kab kota, bidang Teknis dan fungsional dan kepala bidangnya An Hj. Ani, Aruji dan kepala seksi yang menangani An Pak awal kita hubungimi mereka kalau ada yang kita mau tanyakan dek,” ungkapnya.

Sedangkan Kepala Seksi Awal, dirinya tidak berkomentar tentang hal tersebut pasalnya yang berkomentar ada kepala BPSDM Provinsi Sulsel. “Saya tidak bisa berkomentar dek, yang berhak pimpinan saya,” katanya.

Ditemui terpisah, FB Manager Hotel Pesonna Sakka, seluruh peserta orientasi DPRD Pemkab Takalar menggunakan Deluxe Room dengan harga Rp400.000 per malam.
“Jadi semuanya menggunakan Deluxe Room dimana satu kamar dihuni dua orang,” tutupnya.(aca)

Pos terkait