Tim PKM Gula Semut Politani Pangkep Gelar Pelatihan di Desa Barugae

  • Whatsapp

Tim PKM Gula Semut Politani Pangkep Gelar Pelatihan di Desa Barugae

Makassar,Upeks.co.id— Tim Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Gula Semut dari Politeknik Pertanian Negeri (Politani) Pangkep bekerjasama Kemenristek Dikti melaksanakan pelatihan pembuatan gula semut di Desa Barugae, Kecamatan Bulukumpa, Kabupaten Bulukumba.

Bacaan Lainnya

Tim PKM Gula Semut Politani Pangkep kerjasama Kemenristek Dikti tersebut diketuai oleh Mariam, S. Kom, M. Si dan beranggotakan Ir. Hasniar, M.P.

Mitra terpilih dalam kegiatan tersebut adalah Mama Garden yang merupakan salah satu UKM yang memproduksi gula semut di Bulukumba. Selain mitra terpilih, pelatihan ini juga dihadiri oleh petani-petani pengrajin gula merah.

Mariam, S. Kom, M. Si selaku ketua tim PKM Gula Semut Politani Pangkep mengatakan, tujuan dari kegiaran tersebut yaitu agar mereka termotivasi untuk melakukan hal yang sama sehingga diversifikasi produk olahan dari pohon enau tersebut dapat memasyarakat dan dapat menjadi nilai tambah tersendiri untuk produk gula merah yang mereka hasilkan.

“Diharapkan kedepannya Desa Barugae dapat menjadi sentra penghasil gula semut. Program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dalam bentuk pendampingan berkelanjutan dan dimulai dengan pelatihan pembuatan gula semut,” katanya dalam keterangan resminya, Senin (19/8/2019).

Luaran yang dihasilkan dari program PKM ini, lanjut Mariam, yaitu produk gula yang dihasilkan oleh mitra UKM Mama Garden menjadi lebih baik. Baik itu dari segi produksi, karena penggunaan mesin pengering dan mesin penepungnya sehingga umur simpannya menjadi lebih lama.

Anggota tim PKM Gula Semut, Hasniar menambahkan, secara garis besar, pelatihan dimulai dengan sosialisasi pembuatan produk gula semut yang baik dengan mengimplementasikan cara produksi pangan olahan yang baik (CPPOB) yang dilakukan secara sederhana. Melakukan introduksi peralatan berupa mesin pengering dan Disk mill (mesin penepung).

“Kedua peralatan ini digunakan pada pembuatan gula semut agar kadar airnya menjadi lebih rendah mengikuti standar gula semut pada umumnya. Kadar air merupakan salah satu faktor penentu kualitas dan umur simpan dari gula semut yang dihasilkan,” terangnya.
Selain itu, lanjut dia, pemilihan bahan baku yang cocok untuk pembuatan gula semut juga dilakukan, karena tidak semua gula merah dapat diolah menjadi gula semut.

“Selain fokus pada masalah produksi program ini juga akan fokus pada segi managemen, tentang administrasi pembukuan dan keuangan, penguatanj iwa enterpreneurship bagi peserta pelatihan,” ujarnya.

Sementara pimpinan mitra terpilih, Nurcahaya menyambut baik program tersebut. Ia mengharapkan, agar kedepannya setelah perbaikan di bagian produksi, tim PKM juga dapat membantu mitra terkait dengan pemasaran produk gula semut yang dihasilkan.

“Kami berharap semoga gula semut dapat digunakan secara massal, menggantikan gula pasir. Karena seperti kita ketahui sendiri bahwa dibanding gula pasir, gula semut lebih menyehatkan dari kajian kesehatan. Harapannya kelak, gula semut Mama Garden dapat dijual di hotel-hotel dan cafe-cafe yang berada di Makassar,” ungkapnya.(*)

Pos terkait