SMN 2019 di Sulsel Resmi Ditutup, Peserta Diharapkan jadi Duta Bhinneka Tunggal Ika

SMN 2019 di Sulsel Resmi Ditutup, Peserta Diharapkan jadi Duta Bhinneka Tunggal Ika

Makassar,Upeks.co.id— Program Siswa Mengenal Nusantara (SMN) 2019 yang diprakarsai Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), telah dilaksanakan selama sekitar sepekan.

Bacaan Lainnya

Khusus di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), SMN yang dilaksanakan PT Semen Tonasa selaku Opco Semen Indonesia bersama PT IKI dan PTPB XIV resmi ditutup dengan rasa haru dari semua siswa asal Sulsel dan Papua.

Kegiatan penutupan SMN 2019 yang digelar di Hotel Dalton Makassar, Kamis (22/8/19) malam ini dihadiri oleh sejumlah pejabat BUMN, Tina T Kemala Intan selaku Direktur SDM PT Semen Indonesia, Asisten Deputi Usaha Konstruksi dan Sarana dan Prasarana Perhubungan III, Hendrika Nora Osloi Sinaga, serta Sekprov Sulsel, Abdul Hayat Gani.

Dalam sambutannya, Hendrika Nora Osloi Sinaga mengatakan, program SMN ini sudah berjalan selama beberapa tahun terakhir, dimana pelaksananya melibatkan semua BUMN.

“Saya harap kegiatan positif ini terus meningkat dari tahun ke tahun. Tahun lalu jumlah peserta SMN yakni 807 siswa, tahun ini tentu kembali meningkat. Total sampai akhir 2018 lalu, program ini sudah ada sekitar 2.822 siswa,” ungkapnya.

Selepas penutupan program SMN 2019, ia meminta siswa-siswi asal Sulsel dan Papua bisa menjadi duta Bhinneka Tunggal Ika, dan tentu saja bisa semakin menumbuhkan rasa cinta dan bangganya untuk tanah air.

“Selama SMN berlangsung, meski terbilang cukup singkat tetapi setidaknya mereka bisa menambah wawasan keanekaragaman budaya, bela negara, termasuk pengenalan BUMN. Sehingga nantinya akan muncul rasa saling menghargai, toleransi dan keberagaman,” paparnya.

Sementara itu, Tina Kemala Intan selaku Direktur SDM PT Semen Indonesia mengaku, pelaksanaan SMN 2019 menjadi aksi nyata dari program BUMN hadir untuk negeri.

“SMN ini tujuannya jelas, menanamkan rasa bangga dan cinta tanah air kepada para siswa. Termasuk mengenal bagaimana keragaman adat dan budaya kita di Indonesia,” katanya.

Khusus di Sulsel, lanjut dia, SMN tahun ini mengirim siswa-siswi asal Sulsel ke Papua sebanyak 30 orang. Sebaliknya, pelajar dari Papua yang ke Sulsel sebanyak 29 orang.

“Kegiatan ini dilakukan dengan serangkaian yang proses sangat ketat. Mulai dari seleksi, wawancara, hingga penetapan dari Disdik Provinsi dan pembekalan. Semoga ini bisa menambah wawasan para generasi muda. Dan menjadi talenta muda yang bisa membanggakan Indonesia kedepan,” pungkasnya.

Dalam penutupan SMN 2019, empat siswa-siswi diberikan penghargaan sebagai peserta SMN berprestasi. Mereka yakni Teguh Setiawan dan Isma dari Sulsel, dan dari Papua yakni Olga Naomi dan Andreas.(eky)

Pos terkait