OYO di Makassar Capai Okupansi Hingga 70%

  • Whatsapp

OYO di Makassar Capai Okupansi Hingga 70%

MAKASSAR,UPEKS.co.id—OYO Hotels and Homes (OYO), jaringan hotel terbesar di Indonesia dan terbesar  ketiga di dunia dengan pertumbuhan tercepat berdasarkan jumlah kamar. Kini resmi diluncurkan di Kota  Makassar, Palu, dan Manado.

Bacaan Lainnya

OYO telah menunjukkan perkembangan yang menjanjikan. Di Makassar, dalam kurun waktu 1 bulan sejak  beroperasi saat ini telah ada 30 hotel yang bergabung dengan jaringan OYO di kota yang dikenal sebagai hub. utama untuk Indonesia bagian Timur.

Region Head OYO, Gaurav Prajapati mengatakan, OYO memiliki misi untuk mentransformasi hotel lokal menjadi
akomodasi berkualitas dengan harga kompetitif, serta menjamin tingkat kepuasan pelanggan dengan
menghadirkan pengalaman menginap yang berkualitas dan terstandarisasi.

“Kami membantu mitra pemilik hotel kecil dan menengah untuk mengelola propertinya dari hulu sampai hilir meliputi
aspek teknologi, bisnis, dan transformasi properti, dengan kemampuan operasional terbaik, mulai dari sistem
manajemen pendapatan, teknologi pemesanan, kontrol kualitas, jangkauan pemasaran, hingga AI (kecerdasan
buatan) yang efisien,”ungkap Gaurav saat konferensi pers di Grand Celino Makassar, Jumat, (16/8/19).

Kata Gaurav, dukungan bisnis yang dihadirkan OYO untuk para mitra melalui inovasi teknologi juga memungkinkan
tingkat okupansi hotel-hotel OYO di Makassar meningkat sebesar 30 hingga 35 persen setelah bergabung dengan
jaringan OYO.

Dukungan teknologi juga memungkinkan OYO untuk mampu mentransformasi dan merenovasi properti hanya  dalam kurun waktu 3-14 hari.

“Kami menawarkan lebih dari 20 solusi berbasis aplikasi untuk memastikan  operasional hotel yang mudah, serta memastikan pengalaman menginap terstandarisasi bagi tamu,”tambah  Gaurav.

PR & Communications Head OYO Indonesia, Meta Rostiawati menambahkan, OYO telah menjalin kerjasama  dengan 10 situs pemesanan hotel termasuk Traveloka dan Booking.com, serta sistem pemasaran secara offline  yang dilakukan oleh tenaga pemasar OYO dengan menyasar komunitas, group, dan korporasi.

“Hal ini memungkinkan OYO untuk menarik wisatawan domestik, bahkan mancanegara untuk menginap di hotel
OYO, serta membuat para pemilik hotel untuk memasarkan kamar hotelnya secara mudah, efektif, dan efisien,”ujar
Meta.

Meta mengungkapkan, Makassar juga merupakan salah satu kota prioritas bagi OYO di Indonesia.

“Saat ini OYO  mencatat sebanyak 54.000 pemesanan selama bulan Juli 2019, tingkat okupansi hotel OYO di Makassar
mencapai 65 hingga 70 persen dengan rata-rata pemesanan terjadi setiap 1 menit. Hal ini menunjukkan besarnya
potensi pasar di Makassar sebagai langkah awal untuk OYO berekspansi di pulau Sulawesi,”tambah Meta.

Sementara General Manager Hotel OYO Capital O 1279 Grand Celino di Makassar, Gita Nelwan mengatakan  yang juga turut berbagi alasannya bergabung dengan OYO.

“Era Industri 4.0, inilah alasan utama mengapa Grand Celino memutuskan bergabung dengan OYO. Apa yang  sudah dicapai selama ini, diharapkan bisa lebih ditingkatkan dan lebih baik jika kami menjalin kerjasama dengan  jaringan hotel berbasis teknologi seperti OYO.

“Cepat atau lambat, pelaku industri hospitality harus siap menjadi bagian dari industri 4.0, dan Grand Celino Hotel
memilih segera dan sudah melakukannya,”tambah Gita.

Terkait dengan hal tersebut, kehadiran OYO juga diharapkan dapat turut meningkatkan geliat sektor perhotelan di  Pulau Sulawesi khususnya Kota Makassar, serta memajukan perekonomian daerah. (mit)

Pos terkait