Makassar, Upeks.co.id–Pengolahan limbah atau kotoran sapi menjadi biogas merupakan solusi peternakan bersih yang ramah lingkungan dan menguntungkan.
Kabupaten Tana Toraja dan Toraja Utara sangat potensial dengan populasi ternak kerbau tinggi. Tingginya populasi ternak sebagai potensi pengembangan biogas.
Demikian dasar rasional riset Frederick Palallo untuk meraih gelar doktor PKLH dengan mempertahankan disertasi berjudul “Pengolahan Limbah Ternak Menjadi Energi Terbarukan Melalui Pemberdayaan Masyarakat Sebagai Upaya Pelestarian Lingkungan di Kabupaten Tana Toraja” pada Kamis (29/8) di Gedung AD Aula Lt.5 PPs UNM.
Sidang ujian promosi dipimpin Wakil Direktur 3, Prof.Dr.Anshari,M.Hum. dengan anggota: Prof.Dr.Muhammad Ardi,M.S., Prof.Dr.Bakhrani Rauf,MT., Prof.Dr.Lahming,M.S., Prof.Dr.Hamsu Abdul Gani,M.Pd., Prof.Dr.Ir.Muhammad Anshar,M.Si.,Ph.D., dan Dr.Moh.Ahsan S.Mandra,ST.,MT.
Riset disertasi Dosen Universitas Atma Jaya Makassar menghasilkan produk modul. Hasil riset pengembangan berupa materi dan modul pelatihan. Produk telah diuji ahli dan lapangan.
Modul dihasilkan berisi materi pelatihan termasuk merancang, membangun, dan memelihara instalasi biogas.
Dalam penerapan modul pelatihan, hasilnya efektif meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan peternak dalam pengolahan limbah ternak menjadi energi terbarukan.
Seusai menjawab sanggahan dan bantahan tim penguji, Frederick Palallo dinyatakan lulu dengan IPK 3, atau predikat kelulusan pujian (cumlaude). Dia tercatat sebagai alumni ke-808 PPs UNM dan ke-65 Prodi PKLH.
Ketua sidang, Prof.Dr.Anshari,M.Hum. sangat mengapresiasi keberhasilan promevendus meraih doktor. Riset yang dilakukan sangat membantu peternak mengolah limbah berbasis ramah lingkungan.
Ketua Prodi S-3 PKLH, Dr.Nurlita Pertiwi,MT. mendukung riset mahasiswanya. Nurlita mengakui ketekunan dan kecerdasan promovendus. Karya yang dihasilkan sangat berkualitas.(rls)




