Abubakar Wasahua, Sang Penggengam Idealisme

Abubakar Wasahua, Sang Penggengam Idealisme

MAKASSAR,UPEKS.co.id—Baginya jabatan itu bagai sebatang pohon, semakin tinggi, juga makin banyak angin
menggoyang. Drs.H. Abubakar Wasahua, M.H., menilai jabatan bukanlah segala- galanya, tapi yang segala- galanya pertahakan dengan kukuh sebuah idealisme dan nilai perjuangan untuk sebuah kebenaran.

Bacaan Lainnya

Inilah pergulatan hidup dari Anggota DPR RI dari Fraksi PPP, H. Abubakar Wasahua. Kendati dalam berbagai  kebijakan dalam segaris partai berbeda pendapat misalnya, namun Abu selalu memilih tetap berada digaris-garis  kesantunan.

Bagi Abu, berbeda faham atau tidak sejurus dalam garis-garis kebijakan baik di organisasi dakwah maupun di  politik, tidak mesti langsung memotong mata rantai persaudaraan. Apalagi memilih berbicara terbuka dengan  lantang memojotkan orang-orang yang tidak sejurus dengan pilihan atau garis perjuangan politik.

“Faham politik saya adalah politik marhamah yaitu politik yang selalu mengutamakan kasih sayang,” papar  Abubakar Wasahua Jumat, 10/8 di kediamannya Jl. Syech Yusuf Makassar.

Abu yang selama lima belas tahun menjadi anggota DPRD Provinsi Sulsel, sejak mahasiswa aktif terlibat dalam
berbagai organisasi kampus dan dakwah di Sulsel maupun di tingkat nasional.

Semasa mahasiswa Fakultas Ushuluddin Jurusan Dakwah di IAIN Alauddin, Abu terpilih menjadi peserta Musda  MUI Sulsel di masa Gubernur Sulsel, Prof.Dr.H.Achmad Amiruddin. Dalam berbagai kegiatan Musda dan Rekerda
MUI Sulsel.

Abu tercatat sebagai peserta yang direkomendasi ikut serta aktif terlibat sebagai utusan dari DPP IMMIM.

Demikian pula, semasa Munas MUI Pusat, Abu juga mewakili Sulsel bersama almarhum Drs.H.M. Amin Yamna,  M.Ag., di Jakarta saat A.R.Fachruddin terpilih menjadi Ketua Umum MUI Pusat.

Bagi Abu aktif terlibat di berbagai organisasi kampus dan dakwah adalah sesuatu yang sangat indah, menarik dan
takkan pernah ditinggalkannya.

Demikian pula di PPP, Abu tercatat sebagai kader militan yang memegang teguh loyalitas dan integritas terhadap
partai yang bebesarkannya. “ Sekali PPP tetap PPP. Kendati saya kadang-kadang berbeda pendapat dengan  kawan-kawan petinggi PPP di Sulsel maupun di Jakarta, namun saya bersyukur karena selalu ditempatkan di  posisi strategis sebagai pengurus inti.

“Kalaupun berbeda pendapat, biasa saja dan saya tak pernah menyerang pribadi seseorang secara terbuka,”  tegas Ketua Umum Ika BKPRMI Sulsel ini,” ujarnya.

Jujur saya mengakui, ketika ada yang tidak sejalan dengan pikiran saya, saya memilih tidak melawan dengan  frontal, apalagi terbuka. Saya bersyukur kendatipun saya berbeda pendapat dengan orang-orang tertentu di satu  kubu partai, namun saya memilih tidak melawan terbuka, apalagi emosional. (rls).