Wajo, Upeks.co.id–Siang itu. Sabtu 27 Juli 2019. Pukul 11.00. Di lapangan Upacara SMP Neg 4 Tanasitolo’. Seorang siswa dengan passapu’/pattonro (penutup kepala tradisional khas bugis makassar), tersemat di kepalanya, berjalan tegap.
Dia menuju salah satu sisi lapangan. Sebilah badik panjang terselip di pinggang kirinya.
Sejurus kemudian ia mengambil posisi berjongkok lalu berlutut. Gendang mangkasarak tertabuh serempak mengiringinya menghunus badik yang sejak tadi disarungkannya.
Beberapa bait kalimat sumpah ia ucapkan dengan tegas dan lantang, pertanda kesetiaan dan kesediaan menjadi kawan, pelindung dan sahabat bagi para pemimpin yang dicintainya.
Seusai A’ngaru, lelaki belia itu mundur beberapa langkah dan membiarkan 6 orang gadis cantik, berkostum warna warni, yang masing-masing membawa sebilah kayu bulat panjang yang bagian luarnya terbungkus anyaman dengan variasi warna yang lembut, mengambil alih “panggungnya”.
Iringan gendang yang lebih mendayu mengiringi gerak gemulai dan langkah dinamis para penari.
Persembahan A’ngaru dan tari Loluso memang telah dipersiapkan dalam rangka menyambut rombongan narasumber kelas Inspirasi dari Kota Makassar, salah satunya adalah Abdul Hakim, M.A. Manager Humanity and Environment Yayasan Hadji Kalla.
Menurut Wakil Kepalas Sekolah, Amkayus S.Pd, A’ngaru dan Tari Loluso hanyalah sebagian kecil dari banyak kegiatan Ekstra Kurikuler yang dikembangkan di SMP Neg. 4 Tanasitolo dalam beberapa tahun terakhir.
Tingginya antusias para siswa untuk mengembangkan bakat dan minat mereka dalam berbagai bidang seni maupun sastra, mendorong pihak sekolah untuk mengembangkan kegiatan kesenian dan kesastraan yang dibina langsung oleh para guru yang memiliki latar belakang keilmuan pada kedua bidang tersebut.
Bahkan, berkat kegigihan dan perjuangan para pimpinan, SMP Neg. 4 Tanasitolo berhasil mendapatkan bantuan hibah dari pemerintah pusat untuk mengadakan peralatan kesenian yang dibutuhkan.
Kelas Inspirasi
“Kami menyambut baik kegiatan kelas Inspirasi ini dan berharap kiranya melalui kegiatan ini semangat para siswa kami untuk lebih berprestasi dan memiliki semangat juang yang tinggi dalam meraih masa depannya semakin meningkat. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus kita kembangkan di masa yang akan datang”. Ucap kepala Sekolah dalam sambutannya mengawali kegiatan kelas Inspirasi.
Selanjutnya, sebagai narasumber utama Kelas Inspirasi, Abdul Hakim M.A. mengajak para siswa untuk berani menetapkan impian dan memperjuangkannya dengan sepenuh hati.
“Pastinya akan nada banyak kisah kegagalan yang akan adik-adik jumpai ketika sedang memperjuangkan mimpi. Tetapi percayalah, kegagalan itu sesungguhnya menjadi sarana bagi adik-adik untuk mengasah kesabaran dan pada akhirnya menjadi manusia yan lebih dewasa dan kuat menghadapi situasi apapun”, demikian salah satu penggalan kalimat inspirasi yang disampaikan oleh Hakim yang juga akrab disampa Deng Ngalle di hadapan ratus siswa yang memenuhi salah satu ruang kelas di SM Neg. 4 Tanasitolo’.
Kelas inspirasi di SMP Neg. 4 Tanasitolo’ ditutup dengan dengan bernyanyi bersama lagu makassar; Pakarena, diiringi oleh petikan Guitalele narasumber, Abdul Hakim.(rls)

