LUTIM.UPEKS.co.id–Pemkab Lutim menyerahkan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda)
Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD TA. 2018, yang diserahkan wabup, Irwan Bachri Syam kepada Wakil Ketua DPRD, HM. Siddiq BM. pada Rapat Paripurna DPRD, Rabu (03/07/2019).
Turut diserahkan Ranperda Penyelenggaraan Perlindungan Perempuan Terhadap Kekerasan dan Ranperda Pembentukan Desa Aro Lipu Kecamatan Wotu.
Wabup mengatakan, laporan Pertanggungjawaban tahun anggaran 2018 merupakan laporan keuangan berbasis
kinerja yang mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan dan Permendagri Nomor 21 Tahun 2011 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah.
Target pendapatan daerah 2018 Rp. 1.493.024.683.089,90 dan terealisasi Rp. 1.466.152.959.823,12.
Dari data realisasi tersebut menunjukkan belum tercapai target, namun terealisasi 98,20 persen.
Anggaran belanja, kata Irwan, ditargetkan Rp. 1.594.487.428.669,95 terealisasi Rp. 1.520.109.440.833,57.
Kemudian realisasi pembiayaan terdiri dari penerimaan pembiayaan 2018 terealisasi Rp. 104,9 miliar lebih atau
100 persen dari yang ditargetkan.
Sedangkan pengeluaran pembiayaan terealisasi Rp. 3,5 Miliar lebih atau 100 persen. Dengan demikian diperoleh
pembiayaan netto Rp.101,4 miliar lebih.
“Dengan melihat total realisasi pendapatan daerah setelah dikurangi total belanja, terdapat defisit Rp53,9 miliar
lebih sehingga berdasarkan realisasi pendapatan dan belanja serta pembiayaan netto, terdapat Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) Tahun 2018 sebesar Rp. 47,5 miliar lebih,” kata Irwan.
Terkait Ranperda Pembentukan Desa Aro Lipu, orang nomor dua di Luwu Timur ini mengatakan, secara administrasi pembentukan Desa Persiapan Aro Lipu sudah memenuhi syarat sesuai UU Desa Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa.
Persiapannya sudah berjalan 1 tahun 7 bulan sejak diterbitkannya Perbup Lutim Nomor 43 Tahun 2017 tanggal
27 November 2017 dibentuk Desa Persiapan Aro Lipu. Hal ini juga telah menjawab pandangan fraksi PDI, Golkar,
PAN, Gerinda dan Nasdem.
Terkait pelayanan pengaduan kekerasan terhadap perempuan, kata Irwan, saat ini telah dibentuk P2TP2A yang
berkedudukan di Kantor Camat yang bertugas siap mendampingi ketika ada korban. (citizen report/hms).




