Pascagangguan, Bank Mandiri Tetap Jamin Sistem IT

  • Whatsapp

Pascagangguan, Bank Mandiri Tetap Jamin Sistem IT

MAKASSAR, UPEKS.co.id—Pascamasalah yang ditimbulkan pemeliharaan dan peningkatan IT Bank Mandiri,  Perseroan memastikan kualitas sistem IT tetap terjamin.

Bacaan Lainnya

Regional CEO X/ Sulawesi dan Maluku Bank Mandiri Angga Erlangga Hanafie menjelaskan, apapun yang terjadi  dana nasabah dipastikan aman.

Masalah yang terjadi pada Sabtu (20/07/19) adalah gangguan akibat  pemeliharaan sistem IT, dan ditegaskan dampaknya nasabah tidak kehilangan dana.

“Kemarin kami lekas kasi informasi dan permohonan maaf kepada nasabah sehingga masalah ini dapat diredam.  Masalah karena pemeliharaan dan peningkatan kualitas IT itu biasa terjadi hampir di seluruh negara. Yang  terpenting cepat terdeteksi dan cepat teratasi,” kata Angga dalam jumpa persnya di Fireflies TSM, Selasa
(23/07/19).

Ia melanjutkan, setelah menerima laporan, masalah tersebut diatasi dengan sangat cepat, dalam waktu tiga jam  hingga normal kembali.

“Senin dimonitor sudah tidak ada komplen. Medsos dipantau tim digital, keluhan sudah tidak ada juga,” akunya.

Kata Angga, jumlah nasabah yang merasakan dampaknya relatif kecil. Secara nasional jumlahnya 2.000 nasabah,  khusus di wilayah cakupan hanya 120 nasabah.

“Di Regional sepuluh yang membawahi delapan provinsi kami terima laporan 120 baik lewat call center maupun di  kantor cabang,” ujarnya.

Di antara 120 laporan tersebut, sekitar 100 nasabah terpaksa dilakukan pemblokiran rekening karena terlalu cepat  menarik dana yang masuk ke rekening mereka. Dana tersebut merupakan dana tertrasfer acak sebagai dampak  dari pemeliharaan IT tadi.

“Jadi ada yang kehilangan dananya, ada yang dapat dana tambahan. Nah, yang keburu tarik dana yang masuk itu  blokir sementara. Jadi, kalau mwreka datang ke kantor kita klarifikasi ulang,” ujarnya.

Regional Operation Head, Benny Setiawan menambahkan, masalah kemarin terjadi karena ada ketidaksingkronan  data utama dan data tampilan. Namun, ada data utama yang bisa dijadikan sebagai bukti jika ada nasabah yang  merasa dirugikan.

“Data utama itu seperti rekening koran. Ada jejaknya. Kegiatan pemeliharaan rutin kami lakukan dan kali ini terjadi  sedikit masalah. Namun bisa lekas diatasi dengan baik,” pungkasnya. (hry).

Pos terkait