Kajati Sulsel: ”UMI PTS Pertama Saya Kunjungi Setelah Dilantik”

  • Whatsapp

Kajati Sulsel: ''UMI PTS Pertama Saya Kunjungi Setelah Dilantik''

MAKASSAR.UPEKS.co.id—Kepala Kejaksaan Tinggi, Firdaus Dewlimar, bersama Wa Kajati Sulsel, Gery Yazid  silatturahmi dengan Pimpinan Universitas Muslim Indonesia (UMI), Selasa (16/7) di ruang rapat senat, Menara  UMI lt 9.

Bacaan Lainnya

“UMI, kampus pertama saya kunjungi setelah dilantik tiga hari lalu. Saya juga dengar, UMI PTS pertama yang  dikunjungi Bapak Gubernur setelah dilantik. Semoga kunjungan ini berkah dalam upaya pengembangan kedua  institusi masing-masing dalam pengkhidmatan kepada masyarakat,” ujar Firdaus.

UMI sebagai PTS pertama terakreditasi Unggul ‘A’ di luar Pulau Jawa, merupakan mitra strategis yang dapat  membantu tumbuh kembangnya institusi kejaksaan.

Masih perlu legal standing dan legitimasi untuk dapat diakui keberadaanya dalam konstitusi yang cenderung  dipahami tidak memiliki peran yang sama dengan penegak hukum lainnya, seperti Polri dan TNI.

Bicara masalah hukum, banyak badan/lembaga dan perlu mendapat kajian lebih komprehensif, karena itu  dukungan Pimpinan Rektor yang tergabung dalam Forum Rektor dan khususnya Pimpinan UMI dapat  memberikan dukungan sebagai mitra strategis.

Tentunya terkait dalam berbagai informasi hukum dan pembangunan serta penyediaan tenaga ahli, kata kajati.

Untuk lebih mengoptimalkan sinergitas kedua lembaga, akan dilaksanakan penandantanganan MoU, termasuk  dukungan tenaga ahli khususnya hukum pidana dan hukum Tata Negara dan tri darma perguruan tinggi.

“Saya yakin dengan semangat kemitraan, Insya Allah dalam mengemban amanah ini bisa menyelesaikan berbagai  persoalan hukum di wilayah Sulselbar,” ujarnya.

Untuk diketahui, reformasi penegakan hukum, lebih menekankan pencegahan dari penindakan, tambah Putra Padang ini, yang sebelumnya mendapat amanah sebagai Kajati Gorontalo.

Sementara itu, Rektor UMI, Prof.Dr. H. Basri Modding,SE.,MSi dalam sambutannya mengapresiasi dan berterima  kasih kepada Kajati Sulsel beserta jajarannya atas kehadiran bersilaturrahmi, berkunjung di kampus UMI.

“Silaturrahmi itu penting, sebagaimana Rasulullah SAW bersabda dalam HR Bukhari Muslim yang artinya , barang  siapa menginnkan untujk diluaskan rezkinya serta diundur ajalnya, hendaklah ia bersilaturrahmi.

Guru besar Fakultas Ekonomi UMI ini juga menyampaikan prestasi yang telah diraih. UMI, tahun ini genap berusia lebih dari setengah abad, 65 tahun. usia yang sudah sangat matang dalam meraih berbagai prestasi.

“Alhamdulillah, UMI telah meraih akreditasi Unggul dengan nilai Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi (AIPT) ‘A’  (unggul) dari BAN PT,” kata rektor.

Torehan prestasi ini, UMI kembali mencatat prestasi sebagai perguruan tinggi swasta (PTS) pertama dan satu- satunya di luar Pulau Jawa yang memperoleh Nilai Akreditasi ‘A’ .

Bahkan dari 4.574 PTN dan PTS se Indonesia, UMI berada pada peringkat ke enam puluh empat (Kemenristekdikti, tahun 2018).

UMI saat ini membina 13 Fakultas dan Program Pascasarjana (Magister dan Doktor) dengan jumlah 56 program  studi, terdiri atas 34 program studi jenjang S-1, dua program studi D-III,6 (enam) program profesi dan 11 program studi Magister (S-2), serta 3 Program Doktor.

Pencapaian demi pencapaian signifikan yang diperoleh sejak tiga tahun terakhir, telah menempatkan UMI sejajar  dengan institusi pendidikan ternama lainnya di Indonesia.

Kemajuan UMI sebagai perguruan tinggi swasta terbaik di Kawasan Indonesia Timur tentu bukanlah semata-mata hasil dari upaya sivitas akademikanya saja, melainkan juga karena peran besar para alumninya, dukungan dan  sinergitas pemerintah, instansi swasta dan mitra UMI.

”Karena itu, ke depan sinergitas dengan lembaga kejaksaaan tinggi dapat melaksanakan tugas dan wewenang  serta fungsi Kejaksaan di wilayah hukum Kejaksaan Tinggi, dengan baik sesuai dengan fungsi institusi masing-  masing,” harap rektor. (rls).

Pos terkait