Jelang Idul Adha, Pertamina Jamin Ketersediaan LPG 3 Kg di Pangkalan

Jelang Idul Adha, Pertamina Jamin Ketersediaan LPG 3 Kg di Pangkalan
STOK AMAN. Kondisi Pangkalan LPG yang berlokasi di Jl Kakatua II Makassar. PT Pertamina melakukan  kunjungan ke pangkalan untuk memastikan ketersediaan stok LPG dalam kondisi aman. Ist.

 

Bacaan Lainnya

MAKASSAR, UPEKS.co.id–Demi menjaga kebutuhan LPG 3 Kg jelang hari raya Idul adha, PT Pertamina  menambah stok dari konsumsi normal. Ketersediaan LPG pun dijamin selalu aman di setiap pangkalan.

Pjs. Unit Manager Communication & CSR MOR VII Sulawesi, Ahad Rahedi menerangkan, Pertamina sudah  mengantisipasi adanya peningkatan konsumsi menjelang hari raya idul adha. Di rayon II rata-rata tambahan supply  sebesar 2% dari rata-rata penyaluran harian atau sekitar 80 ribu tabung untuk wilayah rayon II.

“Untuk masyarakat bahwa stok masih aman dan masyarakat diharapkan membeli LPG sesuai kebutuhan dan  peruntukannya. LPG 3 Kg tetap tersedia di Pangkalan,” tegasnya di sela-sela kunjungan ke salah satu pangkalan  LPG di Jl. Kakatua II, Selasa (23/07/19).

Adapun khusus Wilayah Rayon II yakni Sulawesi selatan bagian selatan yang mencakup 11 Kabupaten/Kota,  jumlah pangkalan resmi LPG mencapai 3.500 pangkalan. Khusus untuk wilayah Rayon II CD (coverage days) 11,3  Hari. Rata-rata Penyaluran LPG 3 Kg wilayah Rayon II 493,66 mt/hri atau 164.553 tabung/hari.

Di sisi lain, lanjut Ahad Pertamina berharap untuk masyarakat mampu dan ASN untuk dapat beralih menggunakan  LPG Non Subsidi yang tersedia baik Bright Gas 5,5 dan Bright Gas 12 kg. Pertamina menyediakan layanan penukaran tabung 2 tabung 3 kg dengan 1 tabung 5,5 tinggal bayar Refill 73 Ribu.

“Untuk 1 tabung 3 kg dgn 1 tabung 5,5 tinggal bayar 170 rb. Bila ada saran dan masukkan terkait distribusi bbm  dan LPG, masyarakat bisa langsung menghubungi call center Pertamina di 135,” ujarnya.

Sementara, Sales Eksekutif LPG Rayon II Muhammad Rizal mengatakan, pihaknya selalu memastikan stok LPG  selalu aman di pangkalan, termasuk jelang Iduladha. Jika ada kelangkaan yang menyebabkan harga LPG  membengkak dari harga eceran tertinggi (HET), Ia menegaskan hal tersebut terjadi karena adanya spekulan yang  memanfaatkan situasi.

Demi menghindari permainan spekulan, pihak pangkalan diminta melakukan pembatasan untuk pembelian LPG  bagi pengecer, jatahnya maksimal 30% dari stok yang tersedia.

“Ini agar masyarakat belinya ke pangkalan, bukan di pengecer. Sehingga harga yang diterima sesuai HET Rp15.500,” jelasnya. (hry).

=

Pos terkait