Cegah Pungli di Sekolah, Tim Saber Pungli Gelar Sosialisasi Pungli

Cegah Pungli di Sekolah, Tim Saber Pungli Gelar Sosialisasi Pungli

MAJENE, UPEKS—Tim Satgas Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Provinsi Sulawesi Barat menggelar  sosialisasi bagi para Kepala Sekolah SMA, SMK dan SMP, di ruang pola Kantor Bupati Majene, Jumat (5/7).

Bacaan Lainnya

Sosialisasi dihadiri wakil Bupati Majene Lukman, Irbid Polda Sulbar, AKBP. Zainal Bustar, wakil Ketua Saber Pungli  Sulbar Suryadi, Wadir Reskrimum Polda Sulbar AKBP Iskandar, Staf ahli Pemprov Sulbar Syahril Hamdani,  Wakapolres Majene Kompol Jamluddin, serta para Kepala Sekolah dan Ketua Komite Sekolah SMA, SMK, SLB  dan SMP se Kabupaten Majene.

Wakil Ketua Tim Saber Pungli Sulbar, yang juga Kepala Inspektorat Sulbar, Suryadi usai mengkikuti Sosialisasi mengatakan, kegiatan ini sengaja digelar untuk meningkatkan pencegahan adanya praktek pungutan liar yang terjadi lingkup sekolah, mulai pada tingkat SMA, SMK, SMP maupun yang sederajat di Majene.

“Mengumpulkan para kepala sekolah ini adalah salah satu target tim saber pungli, sesuai instruksi Mendagri,  sebab area pendidikan seperti di sekolah memiliki resiko pungli yang besar,”kata Suryadi.

Suryadi juga mengatakan, mengenai target tim saber pungli, dalam waktu dekat ini berdasar Instruksi Mendagri Nomor 180 tahun 2016 adalah mengawasi delapan area yaitu Perizinan, Hibah dan Bantuan sosial,Kepegawaian, Pendidikan, Dana desa, Pelayanan publik, Pengadaan barang dan kegiatan lainnya yang memiliki
resiko penyimpangan.

“Berbicara pungli tidak lepas dari kontes kegiatan pemerintah dalam pengelolaan keuangan negara dan daerah.  Awalnya biaya pendidikandianggap mampu membiayai semua sektor pendidikan dengan alokasi 20 persen dari APBN, namun ternyata pada pelaksanaannya masih belum mencukupi, sehingga ada kebijakan
pemerintah tentang pendanaan pendidikan,”Ungkapnya.

Sementara itu wakil Bupati Majene Lukman dalam sambutannya mengajak kepada seluruh ASN, maupun kepada para Kepala Sekolah agar bekerja dengan baik dan punya tekad bersama untuk tidak melakukan pungli.

“Melalui kegiatan sosialisasi ini kami berharap dapat memberikan manfaat untuk sekolah, agar terhondar dari praktek yang sifatnya pungli. Jangan sampai ada sekolah yang kena operasi tangkap tangan, karena sekolah merupakan lembaga pendidikan mendidik anak-anak, untuk masa depan,” tegasnya.(Ali).

Pos terkait