Bupati Target 2023 Angka Stunting di Enrekang Turun 19,5 Hingga 15%

  • Whatsapp

Bupati Target 2023 Angka Stunting di Enrekang Turun 19,5 Hingga 15%

ENREKANG, UPEKS.co.id —Enrekang,salah satu Kabupaten yang memiliki angka Stunting cukup tinggi di Sulsel.

Bacaan Lainnya

Menyikapi masalah tersebut Pemkab Enrekang melalui Dinas Kesehatan Enrekang melakukan Rembuk Aksi  Percepatan Penurunan Stunting dengan tema Bersama Cegah Stunting di Enrekang.

Hadir seluruh Bupati dan Wabup Enrekang, TP – PKK, para Pimpinan OPD, Para Camat, Para Kades dan Lurah,  Baznas, Insan Pers, LSM,Tokoh Masyarakat,Tokoh Agama, Tokoh Pemuda Dan Tokoh Perempuan.

Acara  berlangsung di ruang Pola Kantor Bupati Enrekang, Selasa (2/7/2019).

Rembuk Aksi Percepatan penurunan Stunting ini juga dihadiri oleh Tim Penanganan percepatan penurunan
Stunting Provinsi, Prof Veni Hadju dan Andi Irfandi,Skm. M. Kes dari Bangda Kementrian dalam Negeri sebagai  Konsultan Percepatan Penurunan Stunting di Enrekang.

Data yang diterima Upeks dari Dinas Kesehatan Kabupaten Enrekang kasus Stunting di Enrekang dari hasil Riset
Kesehatan Daerah (Riskesda) tahun 2013 jumlah Stunting di Enrekang mencapai 53,7%.

Sementara dari hasil Pemantauan Status Gizi ( PSG) tingkat Nasional tahun 2017 Stunting jumlahnya menurun  jadi 45,8%. PSG tingkat Kabupaten 2018 menjadi 24,5%.

Riset Kesehatan Daerah (Riskesda) tahun 2018,  menjadi 40.1%. Prepalensi Stunting di Kab. Enrekang .

Bupati Enrekang H. Muslimin Bando mengatakan Pemkab Enrekang melalui kerjasama  semua Elemen  akan terus berupaya menurunkan angka Stunting menjadi 19,5 % hingga 15% tahun 2023.

Untuk itu, dia meminta agar disektor kesehatan agar memperbaiki layanan kesehatan, meningkatkan kualitas SDM
dan yang terpenting adalah komitmen untuk terus bekerja.

“Komitmen untuk bekerja harus ada kalau tidak ada maka semuanya tidak bisa berjalan maksimal. Selain itu kita
juga harus bekerja berdasarkan data agar dapat penekanan angka stunting ini bisa maksimal,” ujar Bupati.

Bupati mengatakan untuk keluar dari masalah tersebut adalah komutmen dan keseriusan dalam upaya  menurunkan stunting ini dan salah satunya ada di tangan para Kepala Desa.

” 2019 saya mau 10 desa pertama yang jadi percontohan penanganan stunting yaitu Desa Lebani, Limbuang,  Pariwang, Ongko, Parinding, Sawitto Banua, Baroko, Benteng Alla ulUtara dan Tongkonan Basse. Saya juga minta
5 Kecamatan yaitu Maiwa, Baraka, Bungin, Baroko dan Masalle”. Pungkasnya.

Muslimin Bando menegaskan agat kepala desa harus proaktif dalam penanganan stunting di desanya masing – masing. Acara diakhiri penandatangan MoU antara Dinas Kesehatan dangan beberapa OPD terkait dan

Penandatanganan Komitmen Percepatan Penurunan Stunting oleh seluruh undangan yang hadir. (Sry).

Pos terkait