TANA TORAJA.UPEKS.co.id—Masalah pengunaan Anggaran Dana Desa (ADD) ramai diperbincangkan masyarakat baik dikampung- kampung maupun di kota dan termasuk media sosial (medsos).
Kepala Lembang Rinding Allo, Desianto Matasak sangat senang, jika setiap kegiatan yang dikerjakan di
Lembangnya dipublikasikan ke media.
Itu dikemukakan Desianto disaat Upeks berkunjung ke Lembang Rinding Allô, Sabtu (22/06/2019). Dikatakannya,
pihaknya kaget saat membaca di salah satu medsosyang mengatakan, ada pekerjaan fiftif. Untuk itu kami bersama
warga pertanyakan pekerjaan yang dimaksudkan dalam medsos.
”Pekerjaan fiktif di Lembang Rinding Allo tidaklah benar. Pekerjaan perintisan di lembang kami dua titik dari Dana
Aspirasi dan untuk pelebaran. Untuk Dana Desa betul tiga titik pekerjaan dan masing -masing sumbernya jelas.
Dikatakannya, untuk tahun ini di lembang Rinding Allo, tidak ada program Anggaran Dana Desa untuk pekerjaan
perintisan. Dengan demikian, sangat aneh, bagaimana bisa fiftif sesuai yang diinformasikan dalam medsos.
Mengenai pembangunan Puskesdes, lanjut Desianto, pihak Lembang mengangarkan bertahap. Untuk Tahap Pertama 2018 dan Tahap Kedua 2019.
Mengenai indfo di Medos Tentang Upah Tukang yang dikabarkan belum dibayarkan kepada pekerja, Desianto
menegaskan, setelah ditanyakan kepada yang menangani dari PPTK, diperoleh informasi, sudah dibayarkan.
Sementara itu, Tokoh Pemudah dan juga Pemerhati masyarakat Lembang Rinding Allo, Saprianto Sarungu’
sangat kecewa atas pemberitaan yang dinilai tidak benar yang dilakukan oknum tertentu dan tidak diklarifikasi ke
Lembang (Kepala Lembang dan Tokoh Masyarakat).
Seharusnya diklarifikasi kepada pihak lembang atau tokoh masyarakat yang mengetahui persis keadaan di Lembang Rinding Allo. Jangan membuat atau bertindak sepihak. Semuanya harus jelas, tegas Saprianto S. (Anton)




