MAJENE, UPEKS.co.id—Meski pembangunan rumah susun (Rusun) yang terletak di Lingkungan Lutang, Kelurahan Tande Timur, Kecamatan Banggae Timur telah rampung, namun hingga kini masih menyisakan masalah.
Proyek yang dibiayai pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian PUPR APBN 2018 dengan biaya sebesar Rp.14 miliar lebih, namun, tuntasnya proyek tersebut masih menyisakan masalah. Mulai dari dugaan sisa upah pekerja yang belum dibayar , bangunan juga diduga tidak memiliki IMB.
Sarno salah seorang pekerja bangunan mengatakan, hingga kini pihak kontraktor belum memberikan kepastian terkait sisa upah yang harusnyadibayarkan Rp19 juta lebih. Padahal, para buruh bangunan hanya mengandalkan dari pendapatan tersebut untuk biaya pulang ke kampung halamannya di Surabaya.
“Dalam perjanjiannya, upah dibayarkan setelah pekerjaan selesai, tapi sampai sekarang sudah lebih 2 bulan tidak ada kejelasan, apalagi pihak kontraktornya juga sudah pulang, dan beberapa kali saya hubungi nomor handphonnya tidak pernah diangkat,”kata Sarno.
Sarno juga mengaku, hingga kini sebagain pekerja masih bertahan tinggal sementara di bangunan rumah susun, sambil menunggu kepastian dari pihak kontraktor soal sisa upah itu.
“Kami masih ada empat orang yang masih bertahan tinggal di rumah susun, habis bagaimana lagi mau pulang ke Surabaya tidak ada duit, maknya kami sangat mohon bantuan dari pak polisi agar pihak kontraktornya dipanggil,”harap Sarno.
Hal yang sama juga dialami pekerja bangunan Rusun lainnya Anto (27) warga Lingkungan Lembang, Kelurahan Lembang, Kecamatan Banggae Timur . Anto mengaku sisa upah pekerjaan hingga kini belum juga dibayar.
Bahkan ia juga sudah melaporkan kepada pihak Kepolisian, namun sampai saat ini belum ada tindaklanjutnya.(Ali).




