Bupati: Cetak Sawah Bukan Program Coba-coba tapi Unggulan

  • Whatsapp

Bupati: Cetak Sawah Bukan Program Coba-coba tapi Unggulan

LUTRA,UPEKS.co.id— Bupati Luwu Utara, Sulsel, Hj.Indah Putri Indriani, kembali menegaskan perluasan areal
sawah atau cetak sawah merupakan kegiatan atau program unggulan dari pemerintah pusat. Untuk itu, ia
berharap agar program ini dimaknai sebagai program penting dalam rangka mewujudkan kedaulatan pangan.

Bacaan Lainnya

“Cetak sawah ini bukan program coba-coba, tapi program unggulan pemerintah yang harus kita sukseskan  secara bersama,” ucap Bupati Indah Putri Indriani saat membuka Sosialisai Perluasan Areal Sawah/Cetak Sawah,  Jumat (14/6/2019), di Aula Hotel Remaja Indah Masamba,

Indah berharap, kegiatan cetak sawah tidak hanya dimaknai sebagai sebuah kegiatan mencetak sawah, kemudian  selesai tanpa ada intervensi pengolahan lahan dari petani itu sendiri.

“Tidak ada lagi alasan lahan yang sudah dicetak kemudian tidak menghasilkan apa-apa,” tegasnya. “Cetak sawah  ini merupakan satu tahapan awal saja,” katanya lagi.

Lebih jauh Bupati perempuan pertama di Sulsel ini mengingatkan, betapa ruginya petani yang sudah mendapatkan  kesempatan lebih awal dalam program cetak sawah ini kemudian tidak memanfaatkannya dengan cara  mengolahnya dengan baik pula.

“Cetak sawah ini bukan untuk Penyuluh Pertanian Lapangan(PPL), Babhinsa, Camat, Kades, apalagi untuk Bupati,  tapi ini untuk petani dan keluarganya sendiri yang akan nikmati,” terangnya.

“Sebenarnya kalau kita serius membantu pemerintah, maka sesungguhnya kita telah membantu meningkatkan  taraf hidup kita sendiri, dan memperbaiki kehidupan kita sendiri. Semua ini semata-mata untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat serta meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat itu sendiri,” tandasnya lagi.

Lokasi cetak sawah tahun 2019 seluas 250 hektar dengan 11 Kelompok Tani(Koptan) sebagai penerima yang  tersebar di Kecamatan Baebunta, Baebunta Selatan, Sabbang Selatan dan Mappedeceng. Lokasi ini dipilih dengan mempertimbangkan SID, jalur irigasi bendung Baliase, sisa lahan yang belum dicetak pada 2018 serta  lahan tidur yang tidak produktif. (yustus)

Pos terkait