BKKBN Gelar Sosialisasi Program KKBPK

MAKASSAR,UPEKS.co.id— Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menggelar sosialisasi program kependudukan keluarga berencana dalam pembangunan keluarga (KKBPK) selama tiga hari, yakni tanggal 20-22 Juni 2019 di  sejumlah hotel di Makassar diantaranya Hotel Prima, Losari Metro dan Fave.

Kegiatan berlangsung selama tiga hari dihadiri sejumlah pihak yang berkompeten diantaranya, anggota komisi IX DPR RI, Jalaludin Akbar, Kepala Bidang Apin BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) dan Kepala Dinas PPKB Makassar, H. Andi Zulkifli Nanda serta Kabid Pengendalian Penduduk BKKBN Kota Makassar, Muh Ramli.

Bacaan Lainnya

BKKBN Gelar Sosialisasi Program KKBPK

Anggota komisi IX DPR yang membidangi kesehatan, Jalaludin Akbar mengungkapkan, pemerintah memiliki program keluarga berencana yang telah lama dicanangkan, yakni sudah lebih dari satu dekade dan tanggal 29 Juni tiap tahun diperingati sebagai hari keluarga berencana (KB).

“Keluarga yang berkualitas dapat diukur dari peningkatan ketahanan dan kesejahteraan keluarga dapat dilihat dari pelaksanaan delapan fungsi keluarga yaitu fungsi keagamaan, fungsi sosial budaya, fungsi cinta kasih, fungsi perlindungan, fungsi reproduksi, fungsi ekonomi, fungsi pembina lingkungan,” ungkap Jalaluddin Akbar.

Lanjut Jalal, perlu diketahui tujuan program KKBPK sendiri adalah melakukan pembanguan keluarga dengan ekonomi produktif dan pelaksanaan fungsi keluarga untuk menjadi keluarga yang berkualitas karenanya harus mengikuti keluarga berencana (KB).

Sementara, Kepala Bidang Pengendalian Penduduk BKKBN Kota Makassar, Muh Ramli mengungkapkan bahwa, jumlah penduduk sangat penting untuk diketahui dalam suatu daerah sebab berhubungan dengan kebijakan dalam perencanaan pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah.

“Mengetahui angka jumlah penduduk merupakan hal yang sangat penting melalui sensus penduduk karena melalui sensus penduduk merupakan jumlah penduduk yang mendekati kebenaran hal ini di sebabkan karena sifat dinamis penduduk seperti adanya kelahiran, kematian dan imigrasi yang berubah sewaktu-waktu,” ungkap Ramli.

Berdasarkan data BKKBN melaporkan bahwa hanya 60 persen pasangan usia subur di Indonesia yang menggunakan alat kontrasepsi dan seluruh pengguna alat kontrasepsi, sepertiganya menggunakan alat kontrasepsi secara putus sambung.

Hal ini menunjukan bahwa banyak orang yang belum memahami benar manfaat kontrasepsi. Berikut empat manfaat jika menggunakan alat kontrasepsi seperti menghargai hak ibu untuk mengontrol kesuburan, ibulah yang paling berpengaruh dengan datangnya buah hati meski mengasuh dan membesarkan anak adalah tanggung jawab pasangan suami istri, ibu harus fokus dalam memberikan ASI, membesarkan anak dan menyesuaikan dengan perubahan tubuhnya.

“Yang kedua melindungi ibu dari gangguan kesehatan reproduksi, kehamilan pada usia terlalu muda /terlalu tua, kehamilan yang jaraknya terlalu dekat merupakan kehamilan yang beresiko. Mengalami penyulitan selama kehamilan seperti hipertensi, keracunan kehamilan, persalinan prematur,” ujarnya.

Selain itu, melindungi anak dari gangguan tumbuh kembang dan gangguan kesehatan. Kehamilan yang jaraknya terlalu dekat tak hanya berbahaya bagi ibu tapi juga bayi yang di kandungnya jadi beresiko tinggi, serta menurunkan resiko kanker. Beberapa jenis alat kontrasepsi dapat menurunkan resiko kanker tertentu metode kontrasepsi hormonal yang menurunkan resiko kanker. (ris)

Pos terkait