467 Mahasiswa Fakultas Hukum UMI Berbusana Adat Diyudisium di Claro Hotel

  • Whatsapp

467 Mahasiswa Fakultas Hukum UMI Berbusana Adat Diyudisium di Claro Hotel

MAKASSAR,UPEKS.co.id—Alhamdulillah. Sebanyak 467 mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Muslim  Indonesia (FH-UMI) yudisium (penggelaran) Sarjana Hukum (SH). Menariknya, para mahasiswa mengenakan  pakaian adat Bugis Makassar, Kamis (13/6) di Sandheq Ballroom Hotel Claro, Kamis (13/6).

Bacaan Lainnya

Yudisium dihadiri Dekan FH,Dr HM Syarif Nuh,SH,MH, Wakil Dekan 1 FH UMI, Hj Nur Fadhilah  Mappaselleng, SH,MH,PhD, WD 2, Dr Hasbudin Khalid,SH,MH, WD 3, Dr HM Kamal Hidjaz,SH,MH dan WD 4, HM
Said, S.Ag.

Turut hadir, Ketua Harian IKA FH-UMI, Dr H Muis,SH,M.Kn serta para orang tua/keluarga mahasiswa.

Dekan Fakultas Hukum UMI, Dr. H. Muhammad Syarif Nuh, SH.,MH dalam sambutannya menyampaikan ucapan
selamat kepada 467 peserta yudisium.

“Hari ini, hari terakhir mengenyam pendidikan di Fakultas Hukum UMI, ini semua berkat Ridho Allah SWT, namun
tidak berarti muara akhir dalam perjalanan menimba ilmu, namun teruslah belajar dan mengaplikasikan  keahliannya dan berkontribusi secara maksimal untuk kemaslahatan ummat, tutur Dr. Syarif Nuh.

“Keberhasilan ananda tidak lepas dari jasa dan orang tua, karena itu berterima kasihlah kepada para orang tua.
Kami juga berterima kasih atas kepercayaan orang tua menyekolahkan anaknya di fak.Hukum, semoga ini
dilanjutkan teruspercayakan anak dan keluarga kuliah di fakultas Hukum UMI”, imbuhnya.

Lebih lanjut Syarif Nuh mengungkapkan, Saat ini Fakultas Hukum UMI memiliki 13 guru besar, 52 Doktor. Suatu
aset yang sangat besar dibandingkan fakultas ataupun PTS yang lain. Apalagi Kita saat ini memiliki Akreditasi  tertinggi di Indonesia, Dengan nilai 377 dengan predikat A.

Rektor UMI, diwakili Wakil Rektor 3 UMI, Prof. Dr. H. Laode Husen,SH.,MH mengapresiasi penggelaran yudisium  Fakultas Hukum kali ini menampilkan sesuatu yang berbeda dari biasanya.

Laode Husen dalam sambutannya mengatakan, anak-anakku saat ini kita di era revolusi industry, 4.0, dibutuhkan  SDM yang cerdas responsive, kreatif, inovatif, dan mampu mengantisipasi perubahan.

Hal ini, kata Laode tentu menjadi tantangan kita untuk tampil sebagai ilmuwan religius, berkarakter, mampu mengantisipasi
perubahan dengan keilmuwan maupun keahlian untuk berkarya sesuai bidang ilmu.

Anak-anakku selama kuliah di UMI telah dibekali pengetahuan dan keterampilan serta bekal hidup yang memadai dengan kecerdasan spritual, intelektual, sosial dan emosional, ujarnya

Selamat atas tambahan gelar yang dimiliki.Anakku harus pahami, tambahan gelar memiliki arti kompetensi,
memiliki keahlian yang bermakna akademik dan bernilai moral yang harus dijaga, ujar Guru Besar Fak. Hukum
UMI.

Dibagian lain amanatnya, Laode Husen yang juga Guru Besar Fakultas Hukum UMI itu berpesan, anak-anakku
gelar Sarjana hukum anda akan diuji dalam masyarakat. Untuk itu, melekat tanggung jawab moril untuk
pertanggungjawabkan gelarnya.

”Jangan pernah berhenti belajar dan membaca. Ilmu harus terus terupdate dan mengalir bagai air. Jika berhenti
membaca dan belajar, ilmu tak ubahnya air di tempayan, kelak tak dapat difungsikan,” pesan Laode Husen yang
juga mantan Komisioner Kepolisian Nasional (Kompolnas) RI itu.

Sebelumnya Ketua Harian IKA FH-UMI, Dr H Muis,SH,Mkn mengatakan, sebagai penyandang gelar Sarjana  Hukum, janganlah cepat-cepat berbangga.

Tanpa ditunjang skill/keterampilan,adik-adik akan tergeser dalam  persaingan kerja dalam masyarakat, kata Muis.

”Sebagai alumni FH-UMI, berupayalah dan berdo’a agar kelak menjadi aktor utama dalam mengisi pembangunan,  khususnya pembangunan hukum di Sulsel,” pesan Muis yang menekuni profesi notaris itu.

Sementara itu WD 1 FH-UMI, Hj Nu Fadhilah Mappaselleng,SH,MH,PhD ditemui disela-sela yudisium
mengemukakan, yudisum kali ini pertama kalinya dilakukan di luar kandang (kampus: red) UMI. Kita coba
melakukan inovasi agar ada nuansa baru yang lebih kreatif.

”Dari lubuk hati terdalam, kami menitip pesan, agar anak-anakku, profesi apapun yang kelak ditekuni, agar
senantiasa menjaga nama baik almamater UMI sebagai lembaga pendidikan dan dakwah,” tandas Nur Fadhilah
yang menyelesaikan studi Doktoral Ghazali Shafie Graduate School of Government di Universiti Utara Malaysia.
(arf).

Pos terkait