Jamkrindo Perkuat Bisnis Penjaminan Suretyship

  • Whatsapp
Jamkrindo Perkuat Bisnis Penjaminan Suretyship

PISAH SAMBUT. Hamim Bugi Afianto yang diamanahkan bertugas di kantor pusat, digantikan oleh (kiri) Heryanto Nugroho sebagai Pemimpin Jamkrindo
Wilayah IX Makassar yang mencakup Sulawesi, Maluku dan Papua, di acara pisah sambut Pemimpin Jamkrindo Wilayah IX Makassar di Four Point by Sheraton Makassar, Senin malam (13/05/19). (Jusuf Wahid).

MAKASSAR, UPEKS.co.id–Pemimpin Perum Jamkrindo Wilayah IX Makassar berganti efektif 20 Mei 2019 mendatang. Ke depan, perusahaan milik negara
ini akan memperkuat bisnis di penjaminan proyek alias Suretyship.

Hamim Bugi Afianto yang mengabdi hampir empat tahun di wilayah Sulawesi, Maluku dan Papua (Sulampua) diamanahkan bertugas di kantor pusat sebagai  Kepala Divisi Jaringan Layanan. Penggantinya yakni Heryanto Nugroho, sebelumnya sebagai Kepala Cabang Palembang.

Bacaan Lainnya

Heryanto mengatakan, untuk produk suretyship ke depan pihaknya akan lebih berhati-hati. Juga berusaha meningkatkan penagihan demi memuluskan target
pendapatan subrogasi.

“Kinerja Pak Hamim akan lebih ditingkatkan. Menjadi pedoman untuk diteruskan. Akan banyak tantangan sebab ini kantor wilayah dengan cakupan terluas di  tanah air,” kata Heryanto dalam pisah sambut Pemimpin Jamkrindo wilayah IX di Four point by Sheraton Makassar, Senin malam (13/05/19).

Selain lebih berhati-hati, kata Heryanto, agar penjaminan suretyship lebih positif, rencananya juga akan dilakukan kerja sama lewat sinergi BUMN. Targetnya  dengan PT Semen Tonasa, PT Pelindo IV serta beberapa BUMN kontraktor.

“Mereka bisa jadi mitra. Minimal jadi rekanan dulu. Baru bisa melihat peluang bisnis lanjutannya nanti. KUR di sini kan sudah mantap kerja samanya dengan  bank. Sisa suretyshipnya dikencangkan kerja samanya juga,” tuturnya.

Sementara, Hamim menyebutkan suretyship terbagi menjadi dua produk, yakni suretybond dan kontra bank garansi. Sampai April 2019 penjaminan suretybond  dari target kumulatif 2019 sebesar Rp2,4 triliun, telah terealisasi Rp169 miliar. Sedangkan penjaminan kontra Bank garansi dari target Rp490 miliar, telah
terealisasi Rp98 miliar.

“Juga agak turun suretyship. Terutama di suretybond. Karena pengaruh lambatnya lelang proyek. Mungkin setelah pemilihan presiden inilah selesai, baru jalan  lelangnya. Kemudian juga karena kecenderungan langkah frudent kita,” pungkasnya. (hry).

Pos terkait