SULAWESI SELATAN

Kejati Lidik Kasus Dugaan Korupsi Proyek Bendung Jaringan Air Baku di Enrekang

ENREKANG,UPEKS.co.id— Penyidik pada bidang tindak pidana khusus Kejati Sulsel medalami dugaan korupsi pada proyek pembangunan Bendung Jaringan Air Baku Sungai Tabang, Kecamatan Maiwa, Kabupaten Enrekang.

Proyek yang menggunakan anggaran sebesar Rp39 miliar bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tambahan usulan Pemerintah Daerah Enrekang.

Kepala Seksi Penyidikan Bidang Pidana Khusus Kejati Sulsel, Andi Faik Wana Hamzah, SH menyebutkan, pihaknya telah memanggil sejumlah orang untuk dimintai keterangan terkait dengan perkara tersebut. 

“Masih sementara dilakukan pengumpulan data dan bahan keterangan. Sejumlah orang sudah dimintai keterangan,” ujar Andi Faik.

Hosting Unlimited Indonesia

Informasi yang dihimpun menyebutkan, pihak-pihak yang telah dipanggil adalah pejabat di lingkup Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Enrekang.

Diketahui, anggaran sebesar Rp39 miliar untuk biaya pembangunan Bendung Jaringan Air Baku Sungai Tabang, oleh Dinas PU dilakukan perubahan sepihak untuk peruntukan penggunaan anggaran. 

Proyek tersebut meliputi kegiatan irigasi tertutup atau pipanisasi dan anggaran dipecah menjadi 126 paket proyek oleh Dinas PU.

Akan tetapi, Kejati Sulsel mendalami dugaan kalau 126 paket proyek tersebut adalah fiktif. Penyebabnya, proses pelelangan, penerbitan surat perintah kerja (SPK) dan pencairan anggaran (SP2D) dari kas daerah ke rekening rekanan telah ada sejak tanggal 18 September 2015.

Sementara pembahasan dan pengesahan anggaran untuk biaya prooyek baru dilakukan pada tanggal 30 Oktober 2015. (ris)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

#TRENDING

To Top