ENREKANG, UPEKS.co.id — Seorang Bocah bernama Muh. Rifky (6) warga Lingkungan Lemo, Kelurahan Tomenawa, Kecamatan Baraka, Kabupaten Enrekang meninggal dunia karena tak mendapat perawatan semestinya di rumah sakit, padahal Rifky diketahui terserang penyakit Demam Berdarah Dengue ( DBD).
Kabarnya Rifky hanya dibawa ke Puskesmas Baraka dan setelah diperiksa kemudian dipulangkan kerumahnya. Dalam kondisi yang panasnya naik turun seharusnya Almarhum dirawat inap atau kalau kondisinya parah dirujuk kerumah sakit, namun ini tidak bahkan kabar yang merebak dari keluarkan Almarhum pasien ditolak untuk dirawat.
Kepala Puskesmas Baraka drg. Ira Desti Saptari, M. Adm. Kes menbantah jika pihaknya menolak pasien DBD. Bahkan Kapus Baraka meminta agar pasien dirawat inap saja.
“Tidak ditolak bu, cuman karena waktu itu kondisi pasien inpeknya masih bagus, masih kuat minum jadi orang tuanya minta dipulangkan saja karena dirumahnya ada adeknya yang juga sakit tidak ada yang jaga. Jadi bukan kami tolak karena kami berikan pelayanan disini” kata dokter Ecy.
Ia menjelaskan sebelum pasien dibawa orang tuannya ke Puskemas, pasien sudah terlebih dahulu dibawa kedokter praktek. Saat dibawa ke Puskesmas memang kondisi pasien masih baik, masih kuat minum sehingga orang tuanya minta dirawat jalan saja.
” Pagi – pagi pasien datang lagi tapi kondisinya sudah drop. Kita tangani, berulang kali kita coba masukkan jarum infus tapi sudah tidak bisa lagi, akhirnya pasien kami rujuk kerumah sakit daerah bersama adiknya yang juga sakit”. Kata Kapus Baraka.
Meski sempat ditangani namun Rabu sore Rifky menghembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit Umum Daerah Massenrempulu. Direktur RSUD Maspul Dr. H. Muh. Yusuf membenarkan jika ada pasien demam berdarah anak yang meninggal dunia. (Sry).




