Gowa,Upeks–Kementerian Kabupaten Gowa melalui Seksi Pendidikan Madrasah melakukan monitoring terhadap pelaksanaan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia (IC) Gowa, Selasa (29/8/2023). Hadir sebagai tim monitoring Ibrahim, M.Pd., Sarifuddin dan Hj Wahidah S.Pd., M.Pd.
Dikatakan Ibrahim mengatakan, ANBK adalah asesmen atau penilaian mutu pendidikan berbasis online atau semi online pengganti Ujian Nasional (UN).
ANBK sendiri berfungsi untuk mengevaluasi dan memetakan sistem pendidikan berupa input, proses, dan hasil. “Jadi, ANBK ini merupakan program Nasional, berbeda dengan UN yang selama ini terkesan menakutkan, Asesmen Nasional bertujuan untuk mendorong perubahan positif jadi perlu kita dukung,” ucap Ibrahim.
Sementara Hj Wahidah menjelaskan terkait kehadiran tim monitoring dari Kemenag Gowa. Monitoring ini dilakukan untuk melihat sejauh mana MAN Insan Cendekia Gowa ini melaksanakan ANBK yang secara nasional mulai dilakukan sejak kemarin.
Tujuan dari ANBK ini positif sekali, bagaimana mengevaluasi kemampuan anak-anak didik yang nantinya secara nasional akan diambil sampelnya terutama kemampuan dan prosesnya.
“Dari pantauan kami pelaksanaan ANBK ini semua berjalan lancar. Panitia MAN IC Gowa bekerja dengan sangat maksimal, para siswa juga terpantau tertib. Apalagi ANBK ini menggunakan sistem CBT, sehingga pelaksanaanya cepat dan hasilnya terukur pasti,” tambah Sarifuddin.
Tim monitoring dari Kemenag Kabupaten Gowa juga mengapresiasi kerja Panitia ANBK MAN Insan Cendekia Gowa, mengingat ini untuk pertama kalinya MAN Insan Cendekia Gowa melaksanakan ANBK berbasis online.
Wakamad Kurikulum sekaligus Ketua Tim Panitia ANBK Dahnial Damang, S.Pd., M.Pd mengatakan, selama ini dalam melaksanakan ANBK secara semi online karena kualitas jaringan yang sangat buruk.
“Tapi alhamdulillah saat ini kami telah kerjasama dengan salah satu provider internet sehingga jaringan kami sangat kuat, terbukti dengan kelancaran pelaksanaan ANBK, ini juga menandakan kami siap meningkatkan kualitas layanan pendidikan digital” ungkapnya. (rls)

