Tiga Bersaudara Tertimpa Pohon, Korban Alami Luka Parah Dan Dirawat di Dua Rumah Sakit Berbeda

Tiga Bersaudara Tertimpa Pohon, Korban Alami Luka Parah Dan Dirawat di Dua Rumah Sakit Berbeda

ENREKANG, UPEKS.co.id — Tiga bocah bersaudara mengalami kecelakaan tertimpa pohon enau. Ketiganya adalah anak dari pasangan Aris dan Hapida warga Desa Tuncung, Kecamatan Maiwa, Kabupaten Enrekang.

Kronologis kejadian dijelaskan Dalman, yang merupakan kakek korban. Kejadian tersebut terjadi pada Selasa sore sekitar pukul 17.00 waktu setempat.

Bacaan Lainnya

Saat itu ada kegiatan pembukaan sawah yang dilakukan oleh masyarakat setempat dengan menggunakan alat berat berupa escavator. Melihat ada escavator ketiga anak ini segera berlarian naik diatasnya  bersama anak operator yang saat itu mengendalikan alat berat tersebut.

” Jadi anak-anak ini ada diatas Escavator bermain saat alat ini sementara bekerja, bahkan bersama anaknya operator tapi posisi mereka bersebelahan. Yang sebelah kanan operator yang kena pohon yang saat itu sedang ditebang “. Ujar Dalman.

” Pohon itu memang mau ditebang tapi tiba-tiba saja saat tumbang arahnya Escavator, jadi bukan sengaja diarahkan karah korban. Jadi ini memang kecelakaan murni”. Tambahnya.

Akibatnya ketiga korban mengalami luka parah dari parah tulang hingga muka anak ketiga hancur.

Kejadian tersebut dibenarkan oleh Kades Tuncung Abdul Rahman. Dia mengatakan saat ini korban dirawat di dua rumah sakit.

” Jadi anak pertama dirawat di Rumah Sakit Arifin Nu’mang Sidrap mengalami patah tulang dan anak kedua dan ketiga dirawat di Rumah Sakit Wahidin Makassar. Anak ketiga yang mukanya luka parah”. Kata Abdul Rahman.

Kades Tuncung mengatakan meski ketiga anak tersebut memiliki BPJS tapi ada hal-hal lain yang harus mereka biayai dan butuh untuk dibantu.

” Yang kita pikirkan ini adalah biaya mereka selama berada di rumah sakit dan seluruh kesulitan mereka karena tiga anak mereka semua harus dioperasi. Apalagi ayah korban tidak bekerja lagi”. Tambahnya.

Ayah korban hanyalah seorang penyadap enau untuk membuat gula aren dan beternak sapi milik warga. Untuk itu Pemerintah setempat telah melakukan upaya untuk mencari donasi dan bahkan sudah bersurat ke Baznas Enrekang melalui UPZ Kecamatan Maiwa.

Tapi, hingga saat ini Baznas Enrekang belum menyalurkan bantuannya. Saat dihubungi,  Ilham Kadir  Wakil Ketua I Baznas Bidang Pengumpulan mengatakan berkas ketiga anak tersebut belum sampai ke Baznas.

” Berkasnya masih ada di UPZ Kecamatan Maiwa, tapi semalam kita sudah bahas di Group WA Baznas Enrekang. Insyaallah hari Senin kita akan rapatkan bersama, akan diplenokan terkait berapa besar jumlah bantuan  yang akan diberikan”. Kata Ilham Kadir.

Dia mengatakan, bantuan tidak serta merta langsung bisa diberikan sebelum ada berkas dari pemohon yang sampai ke Baznas.

” Jadi tidak semudah dan segampang  itu bantuan diserahkan meski kondisinya darurat. Karena ini menyangkut uang masyarakat jadi harus mengikuti SOP. Setelah berkas pemohon masuk itupun harus dirapatkan dulu bersama Pimpinan Baznas lainnya”. Tambahnya

Meski belum mendapat bantuan Baznas, namun simpati masyarakat mulai berdatangan . Selain gerak cepat Kepala Desa Tuncung dan aparatnya, Karang Taruna Desa Batumila, Kecamatan Maiwa juga melakukan penggalangan dana untuk korban tiga bersaudara yakni Muh. Akbar, Adir dan Khairul.

Kini Aris tak lagi menyadap gula karena harus menjaga ketiga anaknya yang dirawat di dua rumah sakit yang berbeda. Otomatis Aris tak lagi berpenghasilan, sementara ketiga anaknya harus menjalani operasi. Selain itu keluarga ini juga membutuhkan bantuan untuk biaya mereka selama berada di Makassar. (Sry)