Polman, Upeks.co.id — Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada masyarakat (LP2M) Universitas Negeri Makassar melaksanakan Pelatihan Kewirausahaan bagi Guru dan Santri di Pondok Pesantren Husnul Khatimah Kab. Polman. Pelatihan dibawakan oleh Tim Dosen UNM yaitu Ir. Muhammad Farid, S.Pd., M.T., Ph.D., IPM., ASEAN Eng. (Ketua), Jumadin, S.Pd., M.Pd, dan Ahmad Wahidiyat, S.Pd., M.Pd (anggota).
Kegiatan diawali pembukaan yang dihadiri oleh Ketua Yayasan Pesantren Husnus Khatimah Bapak Gazali Rahman, S.Ag., M.Pd.I, Kepala Sekolah SMK Ma’arif Husnul Khatima Ibu Ruwaydah, S.Ag., M.Si., dan Ketua Komite Sekolah Ahmad Akbar, S.Pd. Dalam sambutannya kepala sekolah sangat mengapresiasi kegiataan pelatihan kewirausahaan ini dimana akan menumbuhkan kepercayaan diri para santri sebagai bekal untuk menghadapi dunia kerja, kepala sekolah juga menggambarkan hubungan kerjasama yang sudah terjalin antara pihak UNM dengan SMK Ma’arif. Ketua yayasan dalam sambutannya sangat mendukung kegiatan yang sifatnya membangun karakter santri. bahkan ketua yayasan menggambarkan sahabat Nabi seoarang wirausaha yang berhasil di zaman Rasulullah Muhammad Saw.
Rektor UNM Prof. Dr. Ir. H. Husain Syam, M.TP., IPU., ASEAN Eng. mengungkapkan mendorong lahirnya santri wirausaha sejalan dengan Visi UNM untuk mengembangkan Entrepreneurial University, membekali santri memiliki jiwa kewirausahaan dan mampu merintis usaha. Hal ini merupakan implementasi tridharma perguruan tinggi untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia khususnya di Provinsi Sulawesi Barat. Selanjutnya, Ketua LP2M Prof. Dr. Ir. H. Bakhrani Rauf, M.T., IPU. mengapresiasi bahwa kegiatan Pelatihan Kewirausahaan ini dapat memberi bekal bagi santri sejak dini dan menjadi bekal bagi mereka setelah menjadi alumni.
Dalam pelatihan ini, Muhammad Farid yang juga sebagai Sekretaris Lembaga Inovasi dan Pengembangan Kewirausahaan (LIPK) UNM selaku pemateri utama membawakan materi tentang Membangun Karakter Wirausaha Santri. Pesantren sebagai wadah untuk menyiapkan santri menjadi individu yang akan berkiprah di masyarakat. Memiliki karakter wirausaha akan menjadi bekal santri untuk mempunyai peluang lebih luas. Selain menjadi pendakwah, memiliki profesi lainnya, dan alternatif menjadi wirausaha serta mengembangkan usaha. Karakter wirausaha ini akan terinternalisasi dalam diri santri apapun piliah profesinya kelak, menjadi insan yang kreatif dan inovatif. Keunggulan santri, telah mendapatkan nilai-nilai ajaran agama Islam dalam kurikulumnya akan menjadi wirausaha yang menjunjung tinggi akhlakul qarimah.
Jumadin selaku pemateri selanjutnya, membawakan materi tentang Kewirausahaan Berbasis Digital. Aktivitas kehidupan kita tidak bisa lagi dipisahkan dengan pemanfaatan teknologi informasi, yang menandakan bahwa dalam menjalankan bisnispun telah bertransformasi berbasis digital. Mulai bangun pagi, belajar atau bekerja, hingga akan tidur menjadi keniscayaan menggunakan mobile phone dengan aplikasi android atau IOS. Hal ini dapat juga menjadi keuntungan secara ekonomis bila dimanfaatkan menjadi media digital marketing melalui platform media sosial antara lain facebook, whatsapp, instagram, twitter, YouTube, dan lainya untuk mempromosikan produk baik barang maupun jasa.
Diharapkan kegiatan ini tidak berhenti sampai pada pelatihan, namun dapat berlanjut melalui kerjasama yang intens antara UNM dan Pondok Pesantren Husnul Khatimah melalui pendampingan bagi pesantren khususnya santri yang ingin menjadi wirausaha. Sesuai dengan visi UNM menjadi Universitas Kewirausahaan memberi dukungan bagi mahasiswa, alumni, UMKM, mitra, dan stakeholders dalam membangun dan mengembangkan usaha.(rls)

