Yogyakarta, Upeks.co.id–Sehari menjelang pembukaan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) tingkat nasional ke -13 oleh Presiden Joko Widodo, tampak peserta dari seluruh pelosok tanah air mulai memadati hotel – hotel yang ada di Kota Yogyakarta.
Begitu juga dengan kontingen Pesparawi Sulawesi Selatan dengan kekuatan 285 orang, yang terdiri dari 204 peserta lomba dan 81 official tiba di Yogyakarta secara bertahap mulai hari ini, Minggu 19 – 20 Juni 2022.
Diketahui, Kota Makassar, Kabupaten Tana Toraja, Toraja Utara, Luwu Timur dan Kota Palopo adalah penyumbang kekuatan Pesparawi Sulsel yang akan berlaga pada event 3 tahunan ini.
Kelima kabupaten/kota ini adalah langganan tetap penyumbang personil Pesparawi Sulsel dengan torehan prestasi yang membanggakan. Terakhir dengan raihan 3 “champions” pada Pesparawi XII di Papua Barat tahun 2018.
Kontingen Pesparawi dari kelima kabupaten/kota ini didukung penuh oleh Pemerintah Daerah setempat, yang ditandai dengan pelepasan mereka secara resmi mengikuti even berskala nasional ini.
Kontingen Kota Makassar dengan jumlah peserta dan official sebanyak 65 orang telah dilepas keberangkatannya oleh Walikota Makassar Danny Pomanto pada Sabtu sore 18 Juni 2022. Begitu pula dengan kontingen Kota Palopo dengan jumlah peserta sebanyak 32 orang dilepas oleh Asisten III Pemkot Palopo, Ishaq Iskandar mewakili Walikota Palopo Judas Amir. Kab. Luwu Timur pun demikian, sebanyak 43 pesetanya dilepas oleh Bupati Luwu Timur, Budiman di aula rujab bupati, pada Selasa 14 Juni 2022 lalu.
Tana Toraja yang diamanahi mengikuti kategori lomba Paduan Suara Wanita dengan kekuatan 30 peserta dan 7 official dilepas oleh Bupati Theofilus Allorerung di Gedung Aula Kantor Bupati. Adapun kontingen Pesparawi Kab. Toraja Utara berjumlah 42 peserta dan 18 official dilepas oleh Bupati Johanis Bassang.
Kakanwil Kemenag Sulsel Khaeroni mendukung penuh kegiatan Pesparawi XIII. Tiba di Yogyakarta, Minggu, (19/6/2022), Khaeroni, menyampaikan apresiasi serta dukungannya atas digelarnya event nasional bernafaskan keagamaan ini.
“Pesparawi adalah pesta iman yang merupakan bentuk ibadah syukur dan puji-pujian kepada Allah dari umat Kristiani. Tentunya tujuannya adalah untuk berkompetisi dalam perbandingan mutu bernyanyi dan paduan suara,” ungkapnya.
Khaeroni berharap, Kontingen Sulawesi Selatan dapat meraih prestasi yang dapat mengharumkan nama Sulsel di tingkat nasional.
“Saya sangat berharap kontingen Pesparawi Sulsel bisa mengharumkan nama Sulsel dengan raihan juara sebagaimana yang ditargetkan oleh Pengurus Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah Sulsel yaitu 6 champions. Semoga ini bisa terealisasi. Selamat berlomba,” pungkasnya. (rls)

