MAKASSAR, UPEKS.co.id— Perusahaan lokal asal Luwu Timur, PT Global Nickel Indonesia (GNI) tengah berupaya mendapatkan restu pemerintah dalam membangun smelter di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan.
Penjajakan kerjasama saat ini tengah dilakukan PT Global Nickel Indonesia untuk memenuhi kewajibannya dalam mewujudkan pembangunan smelter yang akan memproduksi feronickel dan bahan baku batrey.
CEO PT Global Nickel Indonesia, Ryan Latief mengatakan pihaknya sudah melakukan komunikasi bersama Kementerian BUMN untuk mengelola lahan di Luwu Timur.
“Kami sudah melayangkan surat untuk mengelola lahan eks kontrak karya PT Vale ke Kementerian ESDM, BKPN dan Kementriian BUMN. Setelah itu kami akan melakukan rapat direksi. Dan telah melakukab pertemuan awal dengan PT Aneka Tambang Tbk akhri Februari ini, tentu dengan terealisasinya hal ini akan memberikan dampak positif kepada masyarakat lokal dan pengusaha lokal di Luwu Timur. Kami sudah berkomitmen memberdayakan masyarakat lokal Luwu Timur dan pengusaha lokal sebagai mitra pembangunan dan pengelolaan sumber daya alam,”kata Ryan Latief.
Selain itu lanjut Ryan, tahap awal melalui salah satu perusahaan Migas PT Global Migas Indonesia akan membangun storage BBM Industri dan Storage LNG sebagai salah satu sumber energi terbarukan untuk smelter.
“Sudah melakukan survei titik pembangunan pelabuhan dan logistik. Kami ingin membangun kawasan industri tepat guna di Luwu Timur tentu sumber energi kita siapkan lebih awal,” tutup Ryan.
Diketahui dalam proyek smelter di Luwu Timur ini menelan total anggaran Rp30 triliun untuk nilai investasi awal. (rls)

