Transaksi Dalam Genggaman, Dompet Digital Dorong Pemulihan Ekonomi

Transaksi Dalam Genggaman, Dompet Digital Dorong Pemulihan Ekonomi

 

Laporan: Muhammad Aking

Bacaan Lainnya

MAKASSAR, UPEKS.co.id– Pandemi Covid-19 memaksa masyarakat di Indonesia lebih cepat beradaptasi dengan kondisi new normal berbasis digital. Termasuk salah satunya pemanfaatan e-wallet, atau dikenal juga dengan istilah dompet digital.

 

Tak hanya aman dari ancaman penularan Covid-19 lantaran sifatnya yang berbasis nontunai, dompet digital juga menawarkan kemudahan dalam bertransaksi, efisiensi, promo hingga diskon. Dengan kepraktisannya itu, dompet digital berpotensi menjadi pendorong kuat literasi keuangan digital serta mempercepat upaya pemulihan ekonomi nasional.

 

Dengan pandemi Covid-19 yang masih terus berlanjut, hadirnya dompet digital tentu bisa menjadi solusi tepat bagi masyarakat, khususnya untuk mengurangi kontak langsung dengan orang lain saat bertransaksi.

 

Nur Asmin Najamuddin, salah satu pengguna dompet digital DANA misalnya. Ia mengakui jika masa pandemi menjadi faktor utama yang mempercepat adaptasi dengan digital pembayaran. Baginya, smartphone yang selalu dalam genggaman, sudah cukup untuk memenuhi kebutuhannya berbelanja online maupun offline.

 

“Misalnya untuk bayar tagihan listrik, tagihan BPJS, pengisian pulsa dan sebagainya. Apalagi sekarang DANA juga sudah ada fitur kirim uang, itu membuatnya semakin praktis,” terang wanita kelahiran Desa Tupabbiring, Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan itu.

 

Wanita yang akrab dengan sapaan Ammy itu juga berbagi cerita awal mula dirinya tertarik untuk menjadi salah satu pengguna dompet digital. Tepat saat pandemi mulai mewabah di Indonesia pada 2020 silam. Saat itu kondisinya serba terbatas, menakutkan, bahkan keluar rumah untuk sekadar memenuhi kebutuhan sehari-hari saja, sudah sangat mengkhawatirkan.

 

“Waktu itu kan masih panas-panasnya covid, masih takut kemana-mana. Sekitar akhir tahun 2020 saya baru lihat teman menggunakan dompet digital. Saya belajar dan coba menggunakan dompet digital DANA ini. Bahkan saat ini saya menggunakan dua platform pembayaran digital,” ungkap wanita beranak satu ini tersenyum.

 

Terlepas dari itu, faktanya pembayaran digital saat ini memang sudah menjadi kebutuhan. Terbukti, perkembangannya di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) selama masa pandemi juga tumbuh signifikan. Tercermin dari jumlah transaksi e-commerce di ‘Tanah Anging Mammiri’, yang meningkat sebesar 72,2% (yoy) atau mencapai 12,6 juta transaksi pada posisi triwulan III-2021 lalu.

 

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulsel, Causa Iman Karana dalam laporan perekonomian Sulsel memaparkan, pandemi Covid-19 perlahan-lahan mengubah pola transaksi masyarakat Sulsel menjadi lebih familiar dengan e-commerce. Hal ini tercermin dari penetrasi ekonomi digital yang juga semakin meningkat.

 

“Dilihat dari metode pembayarannya, transaksi e-commerce didominasi oleh penggunaan

nontunai, yaitu 35,7% transaksi via transfer bank, 24,4% transaksi via uang elektronik, dan 13,0%

transaksi via kredit tanpa kartu,” urai Pak CIK, sapaan karib Causa Iman Karana.

 

Menurutnya, beberapa faktor yang mendorong meningkatnya penggunaan nontunai pada transaksi e-commerce, di antaranya kemudahan akses pembayaran digital, perluasan opsi pembayaran yang ditawarkan oleh fintech yang semakin banyak, serta masyarakat yang semakin familiar dengan penggunaan pembayaran digital. Termasuk perluasan layanan untuk tarik tunai dari berbagai penyedia uang elektronik berbasis server seperti DANA dan lainnya.

 

Pak CIK menambahkan, sejalan dengan perkembangan tersebut, porsi transaksi e-commerce menggunakan metode pembayaran uang elektronik mencapai 24,4%, transaksi uang elektronik pada triwulan III 2021 mengalami peningkatan sebesar 132,1% (yoy) atau mencapai Rp1,38 triliun. Berdasarkan jenis transaksinya, 71,4% transaksi uang elektronik digunakan untuk keperluan belanja, 19,5% transaksi untuk keperluan tarik tunai, dan 9,1% transaksi lainnya untuk keperluan transfer.

 

Sementara di sisi lain, pada kuartal ketiga 2021 silam, survei YouGov menyebutkan, bahwa DANA berhasil memperkuat posisinya sebagai dompet digital yang paling digemari untuk transaksi pengiriman uang, baik untuk transfer ke sesama pengguna maupun ke rekening bank.

 

Selain itu, bagi para pengguna dompet digital berusia 18 – 24 tahun menilai bahwa sejauh ini, DANA dari segi kualitas layanan yang ditawarkan sudah semakin membaik. Bahkan, rata-rata masyarakat memilih menggunakan DANA karena dinilai aman, terkoneksi dengan beragam aplikasi dan diterima di mana-mana, user-friendly, dan bebas biaya administrasi.

 

Mengawali tahun 2022, DANA terus komitmen memanjakan penggunanya dengan melakukan sejumlah pembaruan pada salah satu fitur favorit pengguna, yakni layanan Kirim Uang. Dengan pembaruan itu, pengguna bisa berhemat saat melakukan transfer uang, semakin mudah, aman dan menyenangkan dalam bertransaksi digital, baik ke sesama pengguna maupun ke akun rekening lain.

 

Berkat keunggulan yang ditawarkan, fitur Kirim Uang DANA terus mencatatkan pertumbuhan signifikan. Hingga akhir 2021, DANA mencatat ada lebih dari 350 juta total transaksi dengan menggunakan fitur Kirim Uang dengan rata-rata 30 juta transaksi per bulan yang dilakukan dengan dompet digital DANA. Bahkan, bulan Desember 2021 menjadi bulan dengan penggunaan fitur Kirim Uang tertinggi, yakni tumbuh dari 360% dibandingkan dengan Desember 2020.

 

Menurut Rangga Wiseno, selaku Chief of Product DANA, fitur Kirim Uang adalah satu fitur andalan yang telah dipercaya oleh pengguna setia DANA. Karena itu, DANA melakukan pembaruan pada fitur ini agar tetap relevan dengan preferensi dan kebutuhan pengguna saat ini.

 

“DANA juga telah membuktikan bahwa fitur Kirim Uang, dompet digital kami menjadi pilihan transfer uang yang paling hemat berkat gratis biaya transfer dan biaya transfer kesebelas yang hanya dikenakan Rp2.500. Pengguna kami yang didominasi oleh generasi Z dan milenial akan bisa berhemat dan menyisihkan uangnya dari biaya ini,” ungkap Rangga. (*)