
MAKASSAR, UPEKS.co.id — Kapolda Sulsel, Irjen Pol Merdysam merilisi operasi penangkapan 20 terduga teroris di Sulsel yang dilakukan Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror. Operasi penangkapan itu dilakukan di sejumlah lokasi berbeda.
Berdasarkan penulusuran, lokasi pertama berada di Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa Sulsel, Rabu (6/1/21) sekira pukul 04.00 Wita. Di lokasi itu, Densus 88 Antiteror menangkap sembilan terduga teroris.
“Lokasi pertama itu ada di Kabupaten Gowa,” kata Kapolda Sulsel, Irjen Pol Merdisyam saat merilis pengungkapan operasi terduga teroris dihadapan sejumlah wartawan di Mapolda Sulsel, Kamis (7/1/21).
Densus 88 Antiteror kemudian melanjutkan operasi penangkapan terduga teroris di Jalan Boulevard, Cluster Biru, Kompleks Perumahan Villa Mutiara Biru, Kelurahan Bulurokeng, Kecamatan Bhiringkanaya, Kota Makassar. Di lokasi, tim gabungan berhasil mengamankan 10 terduga teroris.
Dalam operasi penangkapan yang berlangsung sekitar pukul 06.00 Wita itu, para terduga teroris sempat melakukan perlawanan. Akibatnya dua terduga teroris yakni MR dan AS ditembak mati dan satu terduga teroris lainnya berinisial IW menderita luka tembak.
“Dilakukan tindakan tegas terukur terhadap MR dan AS karena melawan dengan senjata tajam jenis parang dan senapan angin jenis PCP. Ada satu lagi masih dirawat karena menderita luka tembak, ” jelas Merdisyam.
Tidak berhenti sampai disitu, Densus 88 Antiteror kemudian melanjutkan perburuannya hingga ke Dusun Taulo, Kecamatan Alla, Kabupaten Enrekang.
Disana, Densus 88 Antiteror berhasil mengamankan seorang terduga teroris berinisial RT alias AJ tanpa perlawanan sekitar pukul 16.30 Wita.
“Di Enrekang itu yang terakhir sehingga jumlahnya 20 orang. Jadi ada tiga daerah operasi penangkapan terduga teroris di Sulsel, ” lanjut Merdisyam.
Dari rangkaian pengungkapan itu, Densus 88 Antiteror berhasil mengamankan sejumlah barang bukti. Diantaranya sejumlah senapan angin jenis PCP, busur panah, bahan peledak, senjata tajam, buku-buku yang berkaitan dengan terorisme dan sejumlah pakaian.
Merdisyam menjelaskan, jaringan terduga teroris ini merupakan Jemaah Ansharut Daulah (JAD). Mereka berafiliasi dengan organisasi terlarang ISIS atau khilafah dan bermarkas di Villa Mutiara, Kota Makassar.
“Mereka sudah lama diintai, bahkan sejak tahun 2015 tapi baru ditangkap. Kelompok JAD bersama jemaah lainnya, pernah ikut baiat kepada ISIS di Ponpes Aridho,” jelasnya.(penulis: Jay).




