MAKASSAR,UPEKS.co.id—Asosiasi pariwisata di Sulsel kembali mendorong wisata MICE (Meetings, incentives, conferencing, exhibitions) bergerak. Wisata MICE diyakini bisa membangkitkan kembali pariwisata.
Sebagai upaya, asosiasi pariwisata di Sulsel telah membentuk Makassar MICE Tourism Board (MMTB). Pendirian MMTB dibuat untuk menggerakkan industri wisata MICE pasca pandemi Covid-19.
“Supaya Makassar atau Sulsel sebagai salah satu MICE Destination, lebih siap menyongsong era New NorMICE,” kata salah satu inisiator pendiri MMTB, Didi Leonardo Manaba.
Pria yang juga Ketua Asita Sulsel ini, mengatakan dasar pendirian MMTB karena Sulsel merupakan salah satu dari 14 Kota tujuan MICE di Indonesia. Dimana market utamanya adalah Makassar sebagai destinasi wisata MICE yang mana kurang lebih 70 persen domestik bahkan Internasional melihat sebagai potensi wisata MICE.
“Mereka datang untuk melakukan meeting setelah itu menikmati wisata Makassar dan kabupaten sekitarnya (Makassar dan Beyond). Makanya perlu badan khusus untuk mendorong,” katanya.
Oleh karena itu, kehadiran MMTB akan menjadi garda terdepan dalam melakukan lobi khusus kepada asosiasi, pemerintah dan industri wisata MICE di pusat. Termasuk komunitas pariwisata international untuk mengarahkan dan menarik event-event MICE nasional maupun Internasional agar diselenggarakan di kota Makassar dan Sulsel.
Kedepan, MMTB bersama dengan asosiasi industri MICE terkait dan pemerintah daerah akan meng-create dan membangun event-event MICE baru dan regular. Baik skala lokal, nasional, maupun International.
Mengoptimalkan infrastruktur industri MICE Kota Makassar dan SulSel sesuai standar penyelenggaraan dan pelaksanaan kegiatan MICE. Sekaligus mendukung promosi dan pengembangan pariwisata Makassar dan SulSel.
Kemudian, menciptakan dan meningkatkan kualitas dan profesionalisme Sumber Daya Manusia (SDM) para pelaku usaha dan industri MICE di Makassar dan SulSel.
“Targetnya MMTB menjadikan dan mewujudkan Makassar dan Sulsel sebagai kota tujuan MICE unggulan setelah Bali dan Jakarta,” katanya.
Adapun program kerja MMTB,melakukan koordinasi dengan stakeholder industri MICE dan pelaku usaha penunjang industri MICE lainnya. Yakni transportasi, kuliner, pelaku ekonomi kreatif dan KUKM, Pelaku Seni dan Budaya, dan lain-lain.
Kemudian MMTB aktif berkoordinasi dan bersinergi dengan pemerintah kota, kabupaten, dan provinsi. “Sebagai
upaya mempromosikan, membangun, dan mewujudkan Makassar dan Sulawesi Selatan sebagai MICE da Tourism Destination,” ujar Anggiat Sinaga yang juga merupakan inisiator pendirian MMTB.
Pria yang juga Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI) Sulsel ini mengatakan MICE menjadi pilar utama penyumbang occupancy dan pendapatan di hotel di Makassar dan Sulsel. Wisata MICE bisa memberi kontribusi hingga 45 persen sampai 50 persen.
“Makanya, ketika yang lalu ada larangan rapat di hotel, occupancy hotel langsung keok tak bertaji,” katanya.
Kata Anggiat, Makasaar dengan letak geografisnya menjadi hub penerbangan di Indonesia menjadi berkah tersendiri. Sehingga memudahkan untuk menarik orang sehingga biaya penerbangan lebih efesien untuk hadirkan kegiatan-kegiatan skala nasional.
Selain itu, ketersediaan 15.000 kamar di Makassar dan sarana convention seperti Celebes Convention Center (CCC) dan hotel-hotel lain menjadi penguatan tujuan MICE yang representatif. “Maka dari itu kami lintas asosiasi akan bahu membahu mendorong agar kegiatan sebanyaknya digelar,” katanya. (rls)




