MAKASSAR.UPEKS.co.id—Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat (LPkM) UMI gelar Worksop Nasional Penyusunan Proposal Pengabdian kepada Masyarakat via daring, Rabu (24/6/2020).
Kegiatan diikuti 100 peserta utusan Dosen PTN/Swasta dari Sabang sampai Merauke. Deretan peserta dari luar Sulawesi, diantaranya UMT Jakarta, UNIYAP Jayapura-Papua, UNAS, Universitas Sahid, Universitas Esa Unggul, IAI Nusantara Batanghari Jambi, UIN Palembang dan Universitas PGRI Palembang, Universitas Widyatama, UNPAS, UTB Lampung, Aceh, FIA Univ. Subang dan sebagainya.
Ketua LPkM UMI, Prof. Dr. H. Ahmad Gani, MSi., dalam sambutannya, mengatakan, workshop bertujuan memotivasi dosen lebih meningkatkan kualitas dan kuantitas program pengabdian kepada masyarakat.
Itu bagian ‘poin penting’ yang tidak boleh diabaikan yang harus dilaksanakan sebagai implementasi tri dharma perguruan tinggi, selain pengajaran dan penelitian.
“Kami juga berharap melalui workshop meskipun via daring ini, para peserta akan mendapatkan masukan dan solusi dari narasumber sehingga akan melahirkan inisiatif dan inovasi dosen dalam melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat yang lebih berkualitas sesuai standar,” harap Prof. Ahmad ani.
Kegiatan dihadiri narasumber Dr. Dindin Abdurohim BS, S.Sos., MM., M.Si. (Reviewer PKM Nasional/Universitas Pasudan), dan Dr. Ir. Andi Aladin, MT., IPM (Reviewer PKM Nasional/ Dosen FTI UMI) yang dipandu, Dr. IR. Rustam, MS (Kapus Inovasi dan Pengabdian LPkM UMI).
Dr. Dindin diawal penyampaian materi, mengatakan di era pandemic Covid 19 ini. Dosen memiliki peluang dalam melaksanakan program pengabdian. Contoh peluang pengabdian pada UMKM terkena dampak Covid & Permasalahan Umum.
Selain itu, Dosen berperan dalam transformasi New Normal, membantu masyarakat dalam menciptakan lapangan kerja, berperan membantu meningkatkan skill masyarakat dan sebagainya.
Dosen PPs Universitas Pasundan ini juga menguraikan 3 kelompok masyarakat calon mitra serta klaster pengabdian kepada masyarakat yang harus mendapat perhatian dosen dalam menyusun proposal pengabdian.
Sementara itu, Dr. Ir. Aladin yang juga dosen UMI itu menguraikan, penilaian proposal yang diusulkan ke DPRM.
Menurutnya, dalam penyusunan proposal, pengusul harus betul-betul teliti, misal jumlah kata yang ditentukan.
Ini tidak bisa diabaikan karena bisa berdampak pada hasil akhir lulus atau tidaknya usulan proposal yang diajukan.
Dosen Fakultas Teknologi Industri UMI ini menambahkan, ada tiga variabel dalam rekam jejak yang menjadi penilaian, kualitas dan kuantitas publikasi artikel di jurnal ilmiah, kualitas dan kuantitas publikasi dalam prosiding dan kuantitas dan status peroleh KI.
Selain itu, ketajaman analisis situasi permasalahan mitra sasaran, rumusan masalah prioritas mitra, kesesuaian kompetensi tim untuk menyelesaikan permasalahan mitra, metode, solusi dan rencana kegiatan yang ditawarkan, dan kesesuaian penugasan tim pelaksana.
Kualitas iptek yang ditawarkan, satu artikel yang dipublikasikan melalui jurnal ber ISSN atau prosiding ber ISBN dari seminar Nasional, satu artikel pada media massa cetak/elektronik video kegiatan dan peningkatan keberdayaan sesuai permasalahan yang dihadapi, dan kewajaran, ujar Dr .Aladin. (rls).

