Bupati Yusuf Ritangnga Lantik Lima Pimpinan BAZNAS Enrekang

Bupati Yusuf Ritangnga Lantik Lima Pimpinan BAZNAS Enrekang

 

Makassar, Upeks.co.id — Di tengah keterbatasan kemampuan fiskal daerah, Bupati Enrekang H. Muh. Yusuf Ritangnga menaruh harapan besar kepada kepengurusan baru BAZNAS Enrekang. Lembaga pengelola zakat itu diminta menjadi mitra strategis pemerintah untuk membantu mengatasi kemiskinan, stunting, hingga membuka akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu.

Bacaan Lainnya

Jika diinginkan, saya juga bisa : kalimat pendek, kuat, dan lebih berorientasi pada dampak berita.

Bupati Enrekang H. Muh. Yusuf Ritangnga resmi melantik lima pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Enrekang periode 2026–2031, Selasa (7/7/2026).

Pelantikan yang dihadiri Ketua BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan, Riswan Ilyas, menjadi penanda dimulainya penguatan peran zakat sebagai instrumen pembangunan sosial di Kabupaten Enrekang.

Dalam sambutannya, Riswan Ilyas menegaskan keberhasilan BAZNAS tidak ditentukan oleh siapa yang memimpin, melainkan oleh kuatnya sinergi antara pemerintah daerah dan BAZNAS sebagai mitra strategis.

Ia mengibaratkan APBD dan BAZNAS sebagai dua tangan pemerintah. APBD menjadi instrumen pembangunan fisik dan pelayanan publik, sementara BAZNAS hadir menyentuh langsung masyarakat melalui pengelolaan zakat, infak, dan sedekah secara amanah.

“Ketika pemerintah dan BAZNAS berjalan seiring, kekuatan pembangunan sosial akan semakin besar. Tidak boleh ada jarak antara pemerintah dengan BAZNAS karena lembaga ini merupakan perpanjangan tangan pemerintah dalam pengentasan kemiskinan, pemberdayaan ekonomi umat, penanganan stunting, bantuan pendidikan, kesehatan, hingga program kemanusiaan,” ujarnya.

Riswan juga menilai Enrekang memiliki potensi zakat yang besar, terutama dari sektor pertanian, perkebunan, dunia usaha, aparatur sipil negara, BUMD, serta lembaga vertikal. Potensi tersebut, katanya, harus dikelola secara profesional agar manfaatnya kembali kepada masyarakat melalui program-program yang nyata dan berkelanjutan.

Karena itu, ia berharap Pemerintah Kabupaten Enrekang terus memperkuat regulasi, mengoptimalkan Unit Pengumpul Zakat (UPZ), meningkatkan penghimpunan zakat ASN, memperluas edukasi zakat di sektor pertanian, serta membangun kemitraan dengan para pelaku usaha.

Sementara itu, Bupati Yusuf Ritangnga mengingatkan bahwa amanah sebagai pimpinan BAZNAS bukan sekadar jabatan, melainkan tanggung jawab besar yang akan dipertanggungjawabkan, baik kepada masyarakat maupun di hadapan Allah SWT.

Menurutnya, kepercayaan para muzaki harus dijaga dengan memastikan seluruh zakat, infak, dan sedekah disalurkan secara tepat sasaran, sesuai syariat, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.

Yusuf juga menyoroti kondisi keuangan daerah yang masih terbatas. Di sisi lain, kebutuhan masyarakat terus meningkat, mulai dari penanganan kemiskinan, bantuan pendidikan bagi anak-anak kurang mampu, hingga penurunan angka stunting.

“Karena itu saya berharap BAZNAS hadir menjadi bagian dari solusi. Tugasnya bukan hanya mengumpulkan zakat, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya berzakat serta memastikan dana yang dihimpun benar-benar memberi dampak bagi kesejahteraan masyarakat Enrekang,” tegasnya.

Dengan kepengurusan baru tersebut, Pemerintah Kabupaten Enrekang berharap BAZNAS mampu memperkuat perannya sebagai motor pemberdayaan umat sekaligus menjadi mitra pemerintah dalam mempercepat pengentasan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.(rls)