MAKASSAR, UPEKS.co.id — Universitas Patria Artha (UPA) terus menghadirkan terobosan baru. Usai
menerapkan neurosains, kini Universitas Patria Artha (UPA) akan mengadaptasi pengobatan holistik dalam waktu dekat.
Guna mewujudkan terobosan baru tersebut, UPA menggandeng Perkumpulan Pengobat Holistik Muslim Indonesia (PPHMI).
Hal ini tertuang pada penandatangan kerjasama atau MoU Rektor UPA, Bastian Lubis dan Dewan Pakar PPHMI, Puji Hartanto di Kampus UPA Jalan Tun Abdul Razak.
Rektor UPA Bastian Lubis menuturkan, pengobatan holistik mempunyai kaitan dengan Fakultas Kesehatan Masyarakat UPA.
“Terkait rencana pengobatan holistik nantinya masuk kepada progtam akademik kesmas, perawat dan lainnya,” ujar Bastian.
Adanya kerjasama tersebut, menurut Bastian, merupakan wujud komitmen UPA agar menjadi kampus yang tidak hanya memberi teori, namun juga bisa sinergi dengan keilmuan.
“Kami tidak mau jadi menara gading, yang hanya berteori saja tapi kami ingin sinergi dengan keilmuan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Bastian menambahkan, guna mendukung pengobatan holistik tersebut, pihaknya akan menyiapkan laboratorium di area kampus UPA.
“Dalam waktu dekat kita akan menyediakan laboratorium tempatnya itu di Kampus kita,” ujarnya.
Sedangkan, Dewan Pakar PPHMI Puji Hartanto mengaku, dewasa ini pengobatan holistik kurang diminati masyarakat karena hasilnya membutuhkan waktu lama dibanding dengan pengobatan dokter. Padahal pengobatan holistik telah hadir sejak ratusan bahkan ribuan tahun lalu.
“Sekarang pusing sedikit yang sebenarnya bisa dipijit 5 menit aja sudah hilang, sekarang kan hilang pengetahuan itu. Nah kemudian kita coba hidupkan proses itu,” ujar Puji.
Puji menuturkan, pihaknya telah mencoba mengembangkan metode holistik di Indonesia selama 20 tahun terakhir.
Dalam prosesnya, pihaknya banyak mempelajari metode pengobatan holistik dari Tiongkok, khususnya pemanfaatan ramuan obat.
“Selama 20 tahun dikembangkan, itu kemudian bisa sekarang dengan bahasa yang lebih sederhana sekali, mudah bisa diterapkan dan bisa diterima oleh siapapun. Bahasanya juga sederhana sehingga nanti kalau diterapkan di masyarakat itu mudah sekali,” tandas Puji. (Rasak).




