MAKASSAR, UPEKS.co.id–Pemuda Desa Kanjilo Kecamatan Barombong, Kabupaten Gowa yang tergabung dalam Karang Taruna Tunirannuang dan Laskar Pemerhati Alam (LTM) berkolaborasi menghelat kegiatan
berlabel “Dehidrasi (Desaku hijau, indah, rapi dan bersih)”.
Aksi pemuda ini sebagai wujud empati terhadap kesadaran masyarakat yang masih minim dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Kegiatan dimulai Sabtu 23 November 2019 malam dengan diskusi mengenai pengelolaan sampah, materinya dibawakan Ketua Peduli Gowa Hidayatullah. Lanjut nonton bareng, akustik dan camping.
Minggu 24 November 2019 dilanjutkan dengan aksi bersih mengangkat tumpukan sampah yang ada di sepanjang jalan Barombong (Wilayah Kecamatan Barombong) dan penanaman pohon.
Ketua Karang Taruna Tunirannuang, Nurwahyuddin Wahid mengatakan, Dehindrasi telah menjadi kegiatan rutin tahunan yang dihelat oleh LTM dan kali ini berkolaborasi dengan sejumlah organisasi kepemudaan.
“Dehidrasi berangkat dari keprihatinan kami terhadap minimnya kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan. Setiap kali tumpukan sampah diangkat, masih saja ada masyarakat yang menjadikan bahu jalan raya sebagai tempat sampah. Ini sangat mengganggu pemandangan, juga jorok,” terangnya.
Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Makassar ini pun berharap Dehidrasi bisa mengajak pemuda untuk lebih peka melihat fenomena sosial dan lingkungan di tengah masyarakat. Menjadi garda terdepan dalam merawat lingkungan dari sampah.
“Semoga ini bisa dilanjutkan menjadi kebiasaan oleh masyarakat. Memang tidak mudah, tapi minimal bisa menjadi pemantik. Kita tidak akan berhenti di sini saja, apalagi sudah ada bank sampah di Desa,” ujarnya.
Sekretaris Kecamatan Barombong, Burhanuddin, menilai kegiatan ini sangat produktif dan bernilai manfaat kepada lingkungan dan masyarakat. Sekaligus membantu pemerintah Desa dan Kecamatan dalam mengatasi masalah sampah.
“Gerakan ini juga perlu diarahkan untuk mengajak masyarakat bisa andil dari hal-hal terkecil. Misalnya, menanam satu pohon di pekarangan masing-masing. Juga kalau tidak bisa membersihkan ya jangan membuang sampah sembarangan,” tuturnya.
Di tempat yang sama, Kepala Desa Kanjilo, Hj. Nuriani Dg. Ngani berpesan agar ke depan untuk kegiatan yang sama bisa memilih bibit pohon yang punya nilai ekonomis bagi masyarakat. Seperti pohon kelor yang kini telah menembus pasar ekspor Jepang.
“Selain sangat bermanfaat menjadi bahan sayuran, juga bisa dijual. Beberapa wilayah kewalahan memenuhi permintaan ekspor ke Jepang. Semoga bisa terwujud kelak,” harapnya. (hry).




