Dispustaka Enrekang Gelar Pelatihan Resensi Buku, Berikut Materinya

Dispustaka Enrekang Gelar Pelatihan Resensi Buku, Berikut Materinya

ENREKANG, UPEKS.co.id — Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispustaka) Kabupaten Enrekang gelar pelatihan bertema “Semarak Literasi, Sinergi Literasi untuk Enrekang Sejahtera 2026” di Aula Dispustaka, Jl. Bunga Walie, Kel. Galonta. Enrekang, Selasa(14/07/2026).

Agenda kegiatan hari ini adalah pelatihan penulis resensi buku. Panitia menghadirkan Ketua Gerakan Pembudayaan Minat Baca (GPMB) Enrekang, Ilham Kadir. Sedangkan para peserta berasal dari perwakilan masing-masing sekolah SLTP dan SLTA se-Kabupaten Enrekang. Hadir pula masing-masing guru pendamping siswa/siswi.

Bacaan Lainnya

Dalam paparannya, Ilham Kadir yang sekaligus sebagai praktisi literasi menyampaikan bahwa pada dasarnya resensi buku diperlukan untuk memberikan pengetahuan atau informasi kepada masyarakat luas terkait informasi sebuah buku.

“Dengan adanya resensi, mereka yang akan membaca sebuah buku sudah mendapatkan bayangan akan isi buku tersebut,” katanya.

Selanjutnya penulis buku “Ilmu Pendidikan Kader Ulama” itu menegaskan bahwa resensi yang dikenal sebagai “book review” untuk para peneliti merupakan bagian dari karya ilmiah dengan berbagai tingkatan. “Untuk level tertinggi, karya  book review dapat terbit pada jurnal internasional dengan reputasi scopus. Sedangkan untuk pemula, minimal memberikan gambaran sederhana sebuah buku, layak tidaknya dibaca, apa daya tariknya, dimana letak kelebihan dan kekurangannya,” jelas Dosen Universitas Muhammadiyah Enrekang ini.

Ilham Kadir melanjutkan bahwa untuk melahirkan hasil resensi atau ulasan buku yang berkualitas, maka wajib membaca banyak buku yang terkait dengan jenis buku yang dibaca, agar pengulas mampu menyuguhkan kelebihan dan kekurangan sebuah buku secara objektif dan komprehensif.

“Meresensi sebuah buku hakikatnya tidak sesederhana yang dipikirkan, bukan hanya sekedar membaca satu buku saja, tapi akan lebih baik kalau banyak referensi agar pengulas mampu membuat perbandingan antara satu buku dengan lainnya, makin banyak sumber bacaan makin berkualitas hasil ulasan,” terang Sekretaris Umum MUI Enrekang ini.

Sementara itu, Panitia Penyelenggara sekaligus sebagai Pustakawan, Dr Irsan menyampaikan bahwa kemampuan seseorang mengulas sebuah buku, baik apresiasi akan lebih berkualitas jika pembaca mampu memahami secara mendalam sebuah karya buku

“Harus dibaca, dipahami, kemudian diapresiasi kelebihannya dan dikritik kekurangannya, sehingga pembaca mendapatkan gambaran utuh atas sebuah buku,” jelas Ketua Seksi Literasi Komite Dakwah Khusus MUI Enrekang itu. (Sry)